Laba BTN Melonjak 54,37% Jadi Rp 1,85 Triliun, Lampaui Kinerja Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,85 triliun hingga Mei 2026, meningkat 54,37% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 1,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja BTN tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96% yoy, sedangkan laba bersih konsolidasi BTN meningkat 54,37% yoy. Selain laba, pertumbuhan kredit BTN sebesar 9,97% yoy juga berada di atas pertumbuhan kredit industri yang mencapai 8,62% yoy. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BTN sebesar 9,09% yoy melampaui rata-rata industri sebesar 4,29% yoy.

Baca Juga: BTN Perkuat Transformasi Selaras Danantara, Kinerja Lampaui Rata-Rata Perbankan Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi hingga Mei 2026, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BTN tercatat sebesar Rp 7,13 triliun atau tumbuh 15,15% yoy dibandingkan Rp 6,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Adapun total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp 403,06 triliun hingga Mei 2026, meningkat 9,97% yoy dari Rp 366,52 triliun pada Mei 2025. Sementara DPK konsolidasi tercatat sebesar Rp 433,95 triliun atau tumbuh 9,09% yoy dari Rp 397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu. BTN juga mencatat laba operasional konsolidasi sebesar Rp 2,39 triliun hingga Mei 2026, meningkat 58,37% yoy dibandingkan Rp 1,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Transaksi Digital BTN Capai 191 Juta Transaksi pada Juni 2026, Setara 60% dari Target Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp 3,98 triliun atau tumbuh 20,07% yoy dari Rp 3,31 triliun. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan transformasi yang dijalankan perseroan mampu memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri perbankan. "Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).


Baca Juga: BTN Perkuat Fee Based Income lewat Ekosistem Digital BTN menyebut transformasi bisnis dan penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan kinerja perseroan hingga Mei 2026. Nixon menjelaskan BTN terus mempercepat transformasi bisnis melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, modernisasi teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia. "BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun. Pada saat yang sama, kami juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi untuk mempermudah transaksi di seluruh rantai nilai bisnis perumahan beserta sektor-sektor yang terkait di dalamnya. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis BTN akan terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: BTN Targetkan Dana Nasabah Kaya Tumbuh di Atas 20% hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: