Poiuteria campechiana atau yang lebih dikenal dengan sebutan buah campolay atau sawo mentega atau alkesa merupakan buah asal Amerika Tengah dan Meksiko. Di Indonesia sendiri, buah ini sudah ada sejak zaman penjajahan belanda. Buah ini tergolong langka karena semakin sedikit daerah yang membudidayakan tanaman ini. Di Pulau Jawa, pohon dan pedagang buah campolay hanya ditemukan di Jawa Barat dan sekitarnya. Selain daerah Jawa Barat, sangat sulit menemukannya di daerah-daerah lain. Meski langka, buah campolay ternyata punya penggemarnya sendiri. Yudi Praselo, pebudidaya buah campolay asal Majalengka, Jawa Barat mengaku sudah membudidayakan dan menjual bibit campolay sejak tahun 2007. “Saya tahu dari saudara saya, dia tanam pohon buah ini di pekarangannya. Saya menyebutnya buah alkesa, tapi kalau kata orang Sunda sebutnya campolay,” ujarnya.
Laba budidaya buah langka Alkesa (1)
Poiuteria campechiana atau yang lebih dikenal dengan sebutan buah campolay atau sawo mentega atau alkesa merupakan buah asal Amerika Tengah dan Meksiko. Di Indonesia sendiri, buah ini sudah ada sejak zaman penjajahan belanda. Buah ini tergolong langka karena semakin sedikit daerah yang membudidayakan tanaman ini. Di Pulau Jawa, pohon dan pedagang buah campolay hanya ditemukan di Jawa Barat dan sekitarnya. Selain daerah Jawa Barat, sangat sulit menemukannya di daerah-daerah lain. Meski langka, buah campolay ternyata punya penggemarnya sendiri. Yudi Praselo, pebudidaya buah campolay asal Majalengka, Jawa Barat mengaku sudah membudidayakan dan menjual bibit campolay sejak tahun 2007. “Saya tahu dari saudara saya, dia tanam pohon buah ini di pekarangannya. Saya menyebutnya buah alkesa, tapi kalau kata orang Sunda sebutnya campolay,” ujarnya.