KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank CIMB Niaga Tbk berupaya menjaga laju pertumbuhan kinerjanya di awal semester II tahun ini. Hingga Juli 2026, emiten bank berkode saham
BNGA ini mencatatkan laba bersih secara bank only sebanyak Rp 3,45 triliun. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, capaian ini mencerminkan koreksi 9,08% dari posisi Rp 3,79 triliun. Menengok laporan keuangan bulanannya, koreksi laba bersih bank dalam periode ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Baca Juga: Rata-Rata Kupon Obligasi Multifinance Meningkat per Juli 2026 Di antaranya, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank terpantau turun tipis 0,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 6,93 triliun. Memang, pendapatan bunga bank sendiri turun 4,83% yoy menjadi Rp 12,67 triliun, meski sejatinya beban bunga juga turun 10,03% yoy menjadi Rp 5,73 triliun. Dari sisi operasional lainnya, beban
impairment CIMB Niaga selama juga tujuh bulan pertama ini juga melonjak naik 86,06% yoy menjadi Rp 1,05 triliun. Namun begitu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi berhasil tumbuh 5,95% yoy menjadi Rp 1,65 triliun. Dengan kombinasi itu, laba operasional bank terkoreksi 8,53% yoy menjadi Rp 4,35 triliun. Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga mencapai Rp 230,65 triliun, tumbuh 7,79% yoy. Rinciannya, kredit bank berhasil tumbuh 15,41% yoy menjadi Rp 179,18 triliun dan pembiayaan syariah unit usaha syariahnya terkoreksi 12,36% yoy menjadi Rp 51,47 triliun. Dus, total aset bank dalam periode ini mencapai Rp 365,14 triliun atau tumbuh 7,04% yoy. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh 1,06% yoy menjadi Rp 258,58 triliun, dengan dana murah menopang pertumbuhan.
Rinciannya, giro naik 10,25% yoy menjadi Rp 100,67 triliun dan tabungan tumbuh 3,82% yoy menjadi Rp 88,73 triliun, sementara deposito yang tergolong dana mahal justru berkurang nilainya sebesar 12,52% yoy menjadi Rp 69,17 triliun.
Baca Juga: Bank Mandiri Pastikan Rekening Aktivis Pati Botok Sudah Kembali Aktif Dengan begitu, rasio pendanaan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) bank ada di posisi 89,2%, relatif lebih ketat ketimbang posisi 83,64% pada tahun sebelumnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News