KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) berhasil mendorong profitabilitasnya dengan signifikan di awal tahun ini. Mengutip laporan keuangan bank, laba bersih periode berjalan bank only CIMB Niaga tumbuh 62,92% secara tahunan (
year-on-year/yoy) menjadi Rp 580,03 miliar. Dari sisi pos bunga, bank nampak berhasil menekan biaya dana dengan catatan penurunan beban bunga sebesar 18,92% yoy menjadi Rp 784,46 miliar dalam periode ini.
Dus, meski pendapatan bunga terkoreksi 7,32% yoy menjadi Rp 1,81 triliun, pendapatan bunga bersih alias
net interest income (NII) bank masih berhasil tumbuh 4,06% yoy menjadi Rp 1,03 triliun.
Baca Juga: IIF–Indonesia Eximbank Kolaborasi Perkuat Implementasi ESG Berstandar Global Dari sisi operasional, beban operasional lainnya juga banyak ditekan, nilainya turun 46,14% yoy menjadi Rp 286,72 miliar. Salah satu penyebabnya ialah penurunan beban
impairment bank yang mencapai 22,84% yoy menjadi Rp 125,3 triliun. Belum lagi, pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi bank melonjak 45,15% yoy menjadi Rp 208,85 miliar. Dengan demikian, laba operasional bank berhasil tumbuh 62,78% yoy menjadi Rp 739,93 miliar. Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga per Januari 2026 mencapai Rp 217,79 triliun, tumbuh tipis 1,44% yoy. Jika dirinci, kredit yang disalurkan tumbuh 6,35% yoy menjadi Rp 165,18 triliun dan pembiayaan syariah terkoreksi 11,43% yoy menjadi Rp 52, 60 triliun. Beranjak ke pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) bank menunjukkan tren pertumbuhan dana murah yang positif. Yang mana, giro tumbuh hingga 30,39% yoy menjadi Rp 108,12 triliun dan tabungan tumbuh 7,35% yoy menjadi Rp 87,45 triliun.
Sementara itu, deposito bank yang tergolong dana mahal turun 9,39% yoy menjadi Rp 75,66 triliun. Dus, secara keseluruhan DPK bank masih berhasil tumbuh 9,42% yoy menjadi Rp 271,23 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News