KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan kinerja kurang menggembirakan di periode Januari-Agustus 2026. Di mana, CIMB Niaga catat penurunan laba bersih hingga Agustus 2026. Mengutip laporan keuangan publikasinya pada Selasa (29/9/2026), secara bank only, laba bersih CIMB Niaga mencapai Rp 3,95 triliun, turun 6,73% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 4,23 triliun pada periode Januari-Agustus 2026. Penurunan laba tersebut terjadi dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) CIMB Niaga turun 1,27% YoY menjadi Rp 7,92 triliun. Pendapatan bunga CIMB Niaga turun 4,42% YoY menjadi Rp 14,61 triliun. Namun, beban bunga juga berhasil turun 7,90% YoY menjadi Rp 6,69 triliun. Baca Juga: Pemerintah Bakal Suntikan Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan Sementara itu, pendapatan komisi, provisi, fee dan administrasi masih tumbuh 4,39% YoY menjadi Rp 1,86 triliun. Namun, masih ada tekanan dari peningkatan beban impairment yang mencapai Rp 1,11 triliun, atau melonjak 43,21% YoY dari Rp 777,81 miliar. Alhasil, laba operasional CIMB Niaga turun 6,29% YoY menjadi Rp 4,98 triliun dari Rp 5,31 triliun pada Agustus 2025. Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga mencapai Rp 228,44 triliun per Agustus 2026, tumbuh 4,39% secara tahunan. Rinciannya, kredit yang diberikan tumbuh 11,37% YoY menjadi Rp 178,41 triliun.
BNGA Chart by TradingView