Laba Ciputra Life Naik 64,45% pada Semester I-2026, Berikut Penopangnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Ciputra Life mencatatkan perolehan laba sebesar Rp 31,13 miliar pada Semester I-2026. Nilainya meningkat 64,45%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,93 miliar.

Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan peningkatan laba tersebut didorong kinerja bisnis inti perusahaan yang terus bertumbuh, khususnya dari lini asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan kumpulan bagi korporasi.


Selain itu, dia bilang Ciputra Life juga senantiasa memastikan efisiensi perusahaan tetap terjaga dengan menerapkan pengelolaan biaya operasional secara disiplin. 

Baca Juga: OJK Finalisasi Rancangan POJK New RBC Asuransi, Ditargetkan Terbit pada 2026

"Tidak hanya itu, hasil investasi juga turut menjadi kontributor lain dalam peningkatan laba bersih perusahaan, meski kondisi pasar keuangan masih cukup dinamis," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).

Adapun hasil investasi perusahaan mencapai Rp 35,63 miliar pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 37,89%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 25,84 miliar.

Baca Juga: Satgas PASTI Optimalkan Upaya Penindakan Seiring Ancaman Penipuan yang Meningkat

Listianawati mengatakan peningkatan laba itu merupakan hasil dari keseimbangan antara pertumbuhan premi yang sehat, efisiensi operasional, serta pengelolaan investasi yang dilakukan secara prudent.

Asal tahu saja, pada tahun lalu hasil investasi menjadi penopang utama capaian laba industri asuransi jiwa. Mengenai hal itu, Ciputra Life menilai tampaknya tak mudah bagi industri untuk meraih laba dari hasil investasi pada tahun ini.

Listianawati memandang kondisi pasar keuangan pada tahun ini masih dipengaruhi berbagai faktor ketidakpastian, baik yang berasal dari dinamika ekonomi global, pergerakan suku bunga, maupun volatilitas pasar keuangan. 

"Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pelaku industri, termasuk perusahaan asuransi, dalam mengelola portofolio investasinya," tuturnya.

Meski demikian, bagi Ciputra Life, Listianawati mengatakan hasil investasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pertumbuhan laba perusahaan. Dia bilang fokus utama perusahaan tetap pada penguatan bisnis inti melalui pertumbuhan premi yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan, didukung kualitas underwriting yang baik, serta pengelolaan risiko yang prudent. 

Baca Juga: Laba Bersih Hana Bank Naik 9,21% pada Semester I 2026

"Kami juga terus memperkuat kerja sama dengan mitra bisnis, mengembangkan segmen asuransi jiwa kredit dan corporate solution, serta memperluas peluang bisnis yang sejalan dengan profil risiko perusahaan," ungkapnya.

Jika ditinjau sisi investasi, Listianawati mengatakan pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian melalui diversifikasi portofolio dan penempatan dana pada instrumen yang sesuai dengan karakteristik liabilitas perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, dia berharap hasil investasi dapat tetap memberikan kontribusi yang optimal, sekaligus menjaga stabilitas kinerja perusahaan di tengah dinamika pasar.

Listianawati juga meyakini bahwa profitabilitas yang berkelanjutan dibangun melalui kombinasi antara pertumbuhan premi yang berkualitas, hasil investasi yang dikelola secara prudent, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik.

Sebagai informasi, Ciputra Life membukukan pendapatan premi sebesar Rp 387,59 miliar pada Semester I-2026. Adapun klaim yang dibayarkan mencapai Rp 107,13 miliar pada Semester I-2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News