Laba dan Pendapatan Mayora (MYOR) Kompak Naik di Kuartal III 2026, Cek Prospeknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal III 2026.

Emiten sektor makanan dan minuman ini membukukan laba bersih Rp 2,43 triliun, meningkat 31,23% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba bersih MYOR tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan bersih perseroan.


Hingga September 2026, MYOR Indah mencatatkan penjualan bersih Rp 28,13 triliun, naik 3,59% yoy dibandingkan Rp 27,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen MYOR mengatakan pertumbuhan laba lebih tinggi dibandingkan penjualan terutama didorong perbaikan gross margin sejalan dengan penurunan harga bahan baku utama yang membantu menekan Harga Pokok Penjualan. 

Baca Juga: Laba TSMC Melonjak 69% pada Kuartal III 2026, Tembus Rekor Berkat AI

"Selain itu, peningkatan keuntungan selisih kurs dan penurunan beban keuangan mendukung pertumbuhan laba bersih," kata manajemen MYOR kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).

Ke depan, penjualan lebih baik diharapkan terjadi di kuartal IV-2026 seiring dengan adanya momentum festive season seperti Nataru dan Lebaran.

Secara terpisah, Analis MNC Sekuritas Catherine Florencia M. menilai, pertumbuhan laba MYOR yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan ditopang oleh efisiensi beban, penurunan beban bunga, serta keuntungan dari selisih kurs di tengah pelemahan rupiah.

 
MYOR Chart by TradingView

Catherine mencatat beban pendapatan MYOR turun 1,5% yoy, sementara beban bunga menyusut 34,8% yoy. Selain itu, keuntungan dari perubahan kurs meningkat 110,1% yoy.

Pelemahan rupiah turut memberikan keuntungan bagi MYOR karena perseroan memiliki porsi pendapatan ekspor yang cukup besar. 

Baca Juga: Laba Unilever Indonesia (UNVR) Melesat 25,96% di Kuartal III, Cek Rekomendasi Analis

Dari sisi pencapaian terhadap ekspektasi pasar, penjualan bersih MYOR dinilai relatif sesuai dengan perkiraan. Namun, laba bersih perusahaan masih sedikit di bawah estimasi, antara lain karena kenaikan harga gandum yang signifikan pada kuartal III-2026.

Prospek Kinerja Mayora Indah

Ke depan, Catherine masih optimistis terhadap perbaikan margin MYOR sepanjang 2026, meskipun perusahaan menghadapi kenaikan harga bahan baku pada kuartal III-2026.

"Kinerja pada kuartal IV-2026 juga berpotensi mendapat dukungan dari peningkatan permintaan menjelang musim perayaan pada kuartal I-2027, termasuk Idul Fitri dan Tahun Baru Imlek. Permintaan yang lebih awal atau demand pull-forward tersebut dapat menopang penjualan perseroan pada akhir tahun ini," kata Catherine kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).

Selain faktor musiman, pelemahan rupiah dinilai dapat menjadi katalis positif bagi MYOR mengingat besarnya kontribusi pendapatan ekspor.

Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Catak Penjualan Rp 1,42 Triliun di Kuartal III-2026

Pendapatan dalam valuta asing tersebut berpotensi menjadi lindung nilai alami atau natural hedge terhadap sebagian biaya impor yang juga meningkat akibat pelemahan rupiah.

Meski begitu, Catherine mengingatkan bahwa daya beli masyarakat yang masih lemah di tengah kenaikan biaya hidup menjadi salah satu tantangan bagi kinerja MYOR. 

Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, Catherine memberikan rekomendasi buy untuk saham MYOR dengan target harga Rp 2.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News