Laba Erajaya Swasembada (ERAA) melonjak 170% di kuartal I 2021, ini pemicunya



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencetak kinerja yang memuaskan sepanjang tiga bulan pertama 2021. Emiten ritel elektronik itu kompak membukukan pertumbuhan penjualan bersih dan laba tahun berjalan hingga dua digit. 

Mengutip laporan keuangannya, laba tahun tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat drastis hingga 170,87% year on year (yoy) menjadi Rp 278,2 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 102,7 miliar. 

Pertumbuhan laba itu tidak terlepas dari penjualan ERAA yang menguat hingga 38,96% yoy menjadi Rp 10,85 triliun. Pada kuartal I 2020, penjualan bersih ERAA tercatat Rp 7,81 triliun.


Asal tahu saja, mayoritas segmen penjualan ERAA memang meningkat. Hanya segmen voucher yang terkikis 28,24% yoy menjadi Rp 869,66 miliar. 

Baca Juga: Gencar ekspansi, Erajaya Swasembada (ERAA) targetkan tambah 300 gerai

Pelemahan itu bisa diimbangi dengan segmen lain yang membukukan pertumbuhan hingga dua digit. Penjualan segmen telepon seluler dan tablet yang menjadi penopang mencatatkan kenaikan hingga  61,17% yoy menjadi Rp 16,28 triliun. 

Adapun penjualan komputer dan peralatan elektronik juga meningkat 75,02% yoy menjadi Rp 763,10 miliar. Penjualan aksesoris dan lainnya ikut terkerek 70,45% yoy menjadi Rp 1,25 triliun. 

Dilihat dari wilayahnya, wilayah tengah masih berkontribusi paling tinggi hingga 54,09% atau sekitar Rp 5,87 triliun terhadap total penjualan bersih. Kontribusi itu juga meningkat 9,68% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, penjualan di wilayah barat dan wilayah timur berkontribusi masing-masing Rp 3,10 triliun dan Rp 1,88 triliun. 

Analis Henan Putihrai Sekuritas, Silvia Loren Budiyanto, menanggapi, kinerja ERAA sepanjang kuartal I 2021 memang di atas estimasi konsensus. Penjualannya yang meningkat itu tertopang porsi telepon seluler dan tablet. Secara kuartalan penjualan juga masih mampu meningkat walaupun tipis. 

Baca Juga: Siap-siap, Erajaya Swasembada (ERAA) akan tebar dividen hingga Rp 219,4 miliar

"Iphone yang rilis di akhir tahun kemarin memang berdampak pada result kuartal I 2021 ini," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (25/5).

Di samping itu, kinerja yang positif juga terdorong aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang memblokir ponsel ilegal sehingga semakin menguatkan top line ERAA.

Dari sisi operational expenditure (opex), kata Silvia, ERAA mampu menekan dengan efisiensi gaji. Perusahaan juga melakukan promosi besar-besaran guna menguatkan top line. 

Sementara itu, Analis Panin sekuritas Indonesia Willam Hartanto mengungkapkan, pertumbuhan kinerja ERAA ditopang peningkatan kebutuhan gadget sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Hal ini masih akan menjadi sentimen positif bagi saham ERAA ke depan. 

"Karena lebih banyak aktivitas di rumah, masyarakat kini lebih membutuhkan gadget, baik dari sisi spesifikasinya yang mendukung atau jumlah gadget perlu ditambah agar pekerjaan dari rumah lebih mudah dilakukan," ujarnya kepada Kontan.co.id, (25/5). 

Baca Juga: Aneka Gas Industri (AGII) akan suplai gas untuk proyek smelter PT Timah

Di lihat secara teknikal, selama saham ERAA masih menunjukkan tren penguatan, maka optimisme masyarakat-pun ikut meningkat. Adapun saham ERAA telah membentuk pola bullish flag, terkonfirmasi pada harga 580. Sehingga, membuka peluang untuk melanjutkan penguatan, William menyarankan buy ERAA dengan target harga Rp 660 - Rp 700 per saham. 

 
ERAA Chart by TradingView

Sekadar informasi hingga penutupan perdagangan Selasa (25/5) pergerakan harga ERAA berada di Rp 605 per saham. Harganya cenderung melemah 0,82% selama sebulan terakhir. Akan tetapi secara year to date (ytd) masih menguat 37,50%.

Selanjutnya: Bikin Layer Baru Pajak Penghasilan, Pemerintah Bidik Orang Super Kaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli