Laba Gudang Garam (GGRM) Melonjak 58,69% Jadi Rp 1,55 Triliun pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melaporkan kenaikan laba bersih di tengah koreksi pendapatan pada tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, pendapatan GGRM turun 9,41% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 89,37 triliun, dari Rp 98,66 triliun pada 2024.

Di tengah penurunan top line tersebut, emiten rokok ini masih mampu menjaga efisiensi biaya. Tercatat, biaya pokok pendapatan turun menjadi Rp 80,39 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 89,28 triliun pada tahun sebelumnya.


Sejalan dengan itu, laba bruto GGRM tercatat sebesar Rp 8,98 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp 9,38 triliun pada 2024.

Baca Juga: BSA Logistics Tetapkan Harga IPO di Level Rp 168 per Saham

Meski laba bruto tertekan, kinerja operasional perusahaan menunjukkan perbaikan. Hal ini ditopang oleh turunnya beban usaha yang menyusut dari Rp 7,69 triliun menjadi Rp 6,63 triliun.

Selain itu, GGRM juga mencatatkan pendapatan lainnya sebesar Rp 467,85 miliar, naik dibandingkan Rp 186,45 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, perusahaan juga membukukan laba kurs bersih sebesar Rp 11,82 miliar.

Dengan begitu, laba usaha GGRM melonjak 48,77% yoy menjadi Rp 2,83 triliun pada 2025, dari Rp 1,90 triliun pada 2024.

Dari sisi non operasional, tekanan bunga juga berkurang. Beban bunga GGRM turun signifikan menjadi Rp 278,21 miliar, dibandingkan Rp 502,91 miliar pada tahun sebelumnya.

Hasilnya, laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp 2,55 triliun pada 2025, dari Rp 1,40 triliun pada 2024.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp 993,96 miliar, GGRM membukukan laba sebesar Rp 1,56 triliun pada 2025. Angka ini melonjak 58,91% yoy dibandingkan laba bersih Rp 980,80 miliar pada 2024.

Secara atribusi, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat alias laba bersih mencapai Rp 1,56 triliun, perolehan itu melonjak 58,69% yoy dari sebelumnya Rp 980,8 miliar.

Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar dan dilusian GGRM meningkat menjadi Rp 809 per saham pada 2025, dari Rp 510 per saham pada 2024.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan pada tahun 2025 mencapai Rp 75,25 triliun, turun dari posisi Rp 84,93 triliun.

Total liabilitas GGRM tercatat Rp 12,68 triliun, menurun dari sebelumnya Rp 23,02 triliun. Sementara, total ekuitas perusahaan mencapai Rp 62,57 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 61,91 triliun.

Adapun perusahaan juga melaporkan saldo kas dan setara kas akhir tahun mencapai Rp 3,35 triliun, naik tipis dari sebelumnya Rp 3,33 triliun.

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,25% ke 7.094 di Sesi I Kamis (2/4), Top Losers LQ45: BREN, ADMR, BRPT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News