KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Peritel fesyen cepat asal Swedia, H&M, memperingatkan adanya perlambatan penjualan pada musim dingin terbaru, meski berhasil membukukan kinerja keuangan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan menyebut kondisi bisnis saat ini sebagai lingkungan yang “menantang”. H&M masih menghadapi kesulitan dalam mendorong pertumbuhan penjualan di tengah konsumen yang menahan belanja. Tekanan persaingan juga meningkat, baik dari peritel online berharga murah seperti Shein yang menyasar konsumen sensitif harga, maupun dari Inditex—induk Zara—yang mendominasi segmen fast fashion kelas menengah atas. Pada periode September–November, yang mencakup momentum Black Friday, laba operasional H&M melonjak 38% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 6,36 miliar crown Swedia (sekitar US$724 juta). Angka ini melampaui perkiraan analis dalam jajak pendapat LSEG sebesar 5,53 miliar crown. Margin operasional pun melebar menjadi 10,7% dari sebelumnya 7,4%.
Laba H&M di Atas Ekspektasi, Waspadai Perlambatan Penjualan Musim Dingin
KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Peritel fesyen cepat asal Swedia, H&M, memperingatkan adanya perlambatan penjualan pada musim dingin terbaru, meski berhasil membukukan kinerja keuangan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan menyebut kondisi bisnis saat ini sebagai lingkungan yang “menantang”. H&M masih menghadapi kesulitan dalam mendorong pertumbuhan penjualan di tengah konsumen yang menahan belanja. Tekanan persaingan juga meningkat, baik dari peritel online berharga murah seperti Shein yang menyasar konsumen sensitif harga, maupun dari Inditex—induk Zara—yang mendominasi segmen fast fashion kelas menengah atas. Pada periode September–November, yang mencakup momentum Black Friday, laba operasional H&M melonjak 38% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 6,36 miliar crown Swedia (sekitar US$724 juta). Angka ini melampaui perkiraan analis dalam jajak pendapat LSEG sebesar 5,53 miliar crown. Margin operasional pun melebar menjadi 10,7% dari sebelumnya 7,4%.
TAG: