KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor, memperingatkan meningkatnya ketidakpastian bisnis global akibat konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan setelah perusahaan melaporkan penurunan laba operasional sebesar 31% pada kuartal pertama 2026. Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis (23/4), Hyundai mencatat laba operasional sebesar 2,5 triliun won atau sekitar US$1,7 miliar untuk periode Januari–Maret 2026, turun dari 3,6 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini sejalan dengan proyeksi analis. Penurunan tersebut mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap industri otomotif global, terutama akibat gangguan rantai pasok dan meningkatnya biaya produksi. Sebelumnya, Hyundai mengungkapkan bahwa ekspor ke Eropa dan Afrika Utara—yang umumnya melewati kawasan Timur Tengah—terganggu akibat konflik yang sedang berlangsung.
Laba Hyundai Turun 31% pada Kuartal I-2026, Konflik Timur Tengah Tekan Bisnis
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor, memperingatkan meningkatnya ketidakpastian bisnis global akibat konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan setelah perusahaan melaporkan penurunan laba operasional sebesar 31% pada kuartal pertama 2026. Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis (23/4), Hyundai mencatat laba operasional sebesar 2,5 triliun won atau sekitar US$1,7 miliar untuk periode Januari–Maret 2026, turun dari 3,6 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini sejalan dengan proyeksi analis. Penurunan tersebut mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap industri otomotif global, terutama akibat gangguan rantai pasok dan meningkatnya biaya produksi. Sebelumnya, Hyundai mengungkapkan bahwa ekspor ke Eropa dan Afrika Utara—yang umumnya melewati kawasan Timur Tengah—terganggu akibat konflik yang sedang berlangsung.
TAG: