Laba Industri China Melonjak di Awal 2026, Tanda Pemulihan Ekonomi



KONTAN.CO.ID - Laba perusahaan industri China melaporkan pertumbuhan yang lebih kuat pada awal 2026, menunjukkan sinyal pemulihan di ekonomi terbesar kedua dunia, meski perang Timur Tengah berpotensi mengganggu pertumbuhan global.

Melansir Reuters, data dari Biro Statistik Nasional China yang dirilis Jumat (27/3/2026) menunjukkan, laba industri meningkat 15,2% pada dua bulan pertama dibanding periode yang sama tahun lalu, setelah hanya naik 0,6% sepanjang 2025.

Baca Juga: OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2027


Sektor yang mencatat pertumbuhan laba tercepat adalah manufaktur komputer, komunikasi, dan peralatan elektronik lainnya dengan lonjakan 200%, diikuti industri peleburan dan pengolahan logam non-ferrous naik 150%.

Meski marjin bisnis masih tertekan akibat kenaikan biaya input dan persaingan ketat, ekonomi China memulai tahun dengan pijakan yang lebih kuat.

Dorongan ekspor, terutama dari permintaan teknologi terkait AI, peningkatan produksi industri, serta rebound penjualan ritel dan investasi menjadi faktor utama pemulihan ini.

Namun, serangan AS dan Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar perdagangan dan energi global, yang kemungkinan akan berdampak pada ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah Jumat (27/3) Pagi, Peso Filipina Paling Tertekan

Investor juga menyoroti kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China yang tertunda, sebagai indikator arah pertumbuhan global.

Inflasi konsumen sempat meningkat selama libur Tahun Baru Imlek terpanjang dalam sembilan hari, tetapi deflasi produsen masih berlangsung, menunjukkan permintaan domestik yang lemah dan persaingan ketat di sektor otomotif dan panel surya.

Kenaikan biaya komponen, terutama chip memori, berpotensi menekan profitabilitas lebih lanjut.

Baca Juga: Nikkei Jepang Menuju Kerugian Mingguan ke-4 Imbas Perang Iran pada Jumat (27/3)

Presiden Xiaomi Lu Weibing memperingatkan, beberapa perusahaan bisa menghadapi kerugian besar bahkan kebangkrutan dalam siklus panjang kenaikan biaya.

Data laba industri mencakup perusahaan dengan pendapatan tahunan minimal 20 juta yuan (sekitar US$2,9 juta) dari operasi utama mereka.