Laba Industri China Tumbuh 14,4% pada September, Pemulihan Ekonomi Belum Merata



KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan laba perusahaan industri China meningkat pada September 2026.

Namun, pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih belum merata karena perusahaan yang bergantung pada permintaan domestik menghadapi tekanan, sementara sejumlah sektor berorientasi ekspor dan teknologi mencatatkan kinerja lebih kuat.

Melansir Reuters, Biro Statistik Nasional China atau National Bureau of Statistics (NBS) mencatat, laba perusahaan industri meningkat 14,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada September. Pertumbuhan ini meningkat tajam dibandingkan kenaikan 4,2% pada Agustus.


Baca Juga: Ballon d'Or 2026: Lionel Messi Finis di Peringkat 5, Cetak Sejarah di Usia 39 Tahun

Meski demikian, secara kumulatif laba industri China tumbuh 15,5% pada Januari-September 2026. Angka ini sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 15,7% pada periode Januari-Agustus.

Perbedaan kinerja antarsektor masih menjadi tantangan bagi keberlanjutan pertumbuhan laba perusahaan. Perusahaan yang berorientasi ekspor menghadapi ketidakpastian lebih besar seiring meningkatnya surplus perdagangan China yang berpotensi memicu tekanan dari mitra dagang.

Di sisi lain, perusahaan yang bergantung pada konsumsi domestik masih menghadapi permintaan yang lemah.

Kesenjangan tersebut terlihat jelas dari kinerja industri. Laba sektor manufaktur komputer, komunikasi, dan peralatan elektronik lainnya melonjak 103,8% selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Sebaliknya, laba industri furnitur merosot 51,3%, menjadikannya salah satu sektor dengan kinerja terlemah.

Baca Juga: JPMorgan Pakai AI untuk Beri Masukan kepada Nasabah, Begini Cara Kerjanya

Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba industri China belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan yang merata di seluruh perekonomian.

Sebelumnya, ekonomi China tumbuh 4,5% pada kuartal III-2026, lebih kuat dari perkiraan dan mendekati target pertumbuhan tahunan pemerintah sebesar 4,5%-5%.

Namun, perbedaan kondisi antarsektor mengindikasikan bahwa sejumlah industri masih menghadapi tekanan yang dapat menghambat pemulihan keuntungan perusahaan.

Tekanan tersebut juga terlihat pada tingkat perusahaan. Pertumbuhan laba bersih Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, melambat tajam pada kuartal terakhir.

Kondisi ini terjadi ketika persaingan di pasar baterai kendaraan listrik semakin ketat sehingga menekan margin keuntungan. Pada saat bersamaan, penjualan mobil di China sedang mengalami pelemahan.

Baca Juga: Dominasi Barcelona dan Spanyol di Ballon d'Or 2026, Borong Banyak Penghargaan

Data laba industri China mencakup perusahaan yang mencatatkan pendapatan tahunan minimal 20 juta yuan atau sekitar US$ 3 juta dari kegiatan usaha utamanya.

Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk mengukur kondisi bisnis dan tekanan profitabilitas di sektor industri China.