Laba Industri Fintech P2P Lending Turun 2,99% Jadi Rp 1,58 Triliun per Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri fintech peer to peer (P2P) lending menghadapi tekanan pada Agustus 2026. Meski penyaluran pembiayaan terus tumbuh dan kualitas portofolio tetap terjaga, laba komprehensif industri tercatat menurun secara tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan laba komprehensif industri fintech lending mencapai Rp 1,58 triliun per Agustus 2026.


"Nilainya terkontraksi 2,99%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan data OJK, perolehan laba industri fintech lending pada Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang berbeda dibandingkan dengan pencapaian pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Pegadaian Andalkan Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Bullion

Pada Juli 2026, laba industri fintech lending tercatat mencapai Rp 1,36 triliun. Nilai tersebut tumbuh 18,20% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agusman menyampaikan, kinerja laba industri fintech lending tidak terlepas dari sejumlah faktor yang memengaruhinya. Faktor tersebut antara lain pertumbuhan pembiayaan, kualitas portofolio, pendapatan, serta biaya operasional penyelenggara.

Sebelumnya, Agusman sempat memperkirakan peluang pertumbuhan laba industri fintech lending masih terbuka hingga akhir tahun. Dia bilang hal itu didukung pertumbuhan outstanding pembiayaan dan terjaganya kualitas portofolio.

Sebagai informasi, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 106,94 triliun per Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh sebesar 22,07% secara year on year (YoY).

Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Agustus 2026 masih dalam kondisi terjaga, dengan angka sebesar 4,73%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News