Laba industri multifinance tumbuh didorong bisnis pembiayaan yang semakin membaik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance mencatatkan kinerja cemerlang. Hal ini terlihat dari perolehan pendapatan dan laba industri multifinance yang meningkat dari tahun lalu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai September 2018, industri multifinance mencatatkan pendapatan sebesar Rp 79,62 triliun. Jumlah tersebut naik 0,8% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yakni Rp 78,95 triliun. Kenaikan pendapatan industri ini sejalan dengan kenaikan laba setelah pajak yang meningkat 17,9% menjadi Rp 16,08 triliun.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai peningkatan laba dan pendapatan yang signifikan menunjukkan pertumbuhan bisnis pembiayaan makin membaik. Hal ini ditunjang oleh kualitas portofolio pembiayaan dan rasio non performing financing (NPF) yang menurun.


“Ini menunjukkan kualitas penyaluran pembiayaan makin baik karena portofolio baik, perusahaan telah perpengalaman menjaga rasio NPF sehingga pertumbuhan profit lebih besar,” kata Suwandi kepada Kontan.co.id, Selasa (6/11).

Terlihat dari usaha industri menjaga rasio NPF di level 3,17%, atau turun tipis dari September tahun lalu yaitu 3,18%. Sementara total beban industri di posisi Rp 63,54 triliun, atau turun 2,7% dari realisasi tahun lalu.

Maka dengan pencapaian tersebut, Suwandi meramalkan kinerja laba multifinance bisa tumbuh minimal 15% hingga akhir tahun. Karena di akhir tahun perusahaan multifinance makin gencar memenuhi target pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .