KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen furnitur PT Integra Indocabinet Tbk (
WOOD) memperoleh pendapatan yang stabil pada semester I-2026, meskipun di sisi lain laba bersih terkoreksi. Berdasarkan laporan keuangannya, WOOD memperoleh pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,452 triliun, meningkat tipis 0,08% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 1,451 triliun pada semester pertama tahun lalu. Namun, dari
bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan WOOD tercatat menurun ke Rp 64,60 miliar dari Rp 86,60 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga: Pasokan Chip Ketat, Persaingan Brand Smartphone dan Laptop Makin Sengit Manajemen WOOD menjelaskan, pendapatan yang stabil mencerminkan kemampuan WOOD dalam menghadapi salah satu periode yang paling menantang bagi industri ekspor dalam beberapa tahun terakhir. "Hal ini dilakukan melalui model bisnis yang semakin terdiversifikasi, disiplin operasional, serta transformasi strategis yang terus dijalankan," jelas manajemen WOOD dalam keterangan tertulis dikutip Senin (10/8/2026). Sementara, koreksi di bottom line dipengaruhi oleh peningkatan beban pembiayaan dan lebih rendahnya pendapatan non-operasional. "Namun, kenaikan kebutuhan pendanaan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja seiring dengan ekspansi portofolio produk dan pasar ekspor," kata manajemen WOOD. Adapun kinerja pendapatan WOOD ditopang oleh penguatan bisnis
building components, ekspansi ke pasar ekspor baru, serta pengembangan portofolio produk. Bisnis
building components menjadi penopang utama dengan kontribusi 87% dari total pendapatan, tumbuh tipis 0,15% yoy di tengah ketidakpastian yang membayangi kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS). Pada semester I-2026, WOOD juga menggenjot strategi diversifikasi ekspor. Setelah pengiriman perdana produk flooring ke Eropa pada Juni 2025, pasar Eropa terus bertumbuh seiring dengan pengembangan produk outdoor furniture dan fully
assembled furniture. Hal ini tercermin pada kinerja pendapatan dari pasar ekspor perusahaan. Di mana, pasar Eropa berkontribusi sebesar 18% terhadap total penjualan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan hanya 2% pada periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh pertumbuhan penjualan sebesar 784% yoy menjadi Rp 266,9 miliar dari Rp 30,21 miliar.
Baca Juga: BEST Raup Rp265 Miliar dari Penjualan Lahan Industri hingga Semester I-2026 Meskipun pada saat yang sama, kontribusi pasar AS menurun dari 90% menjadi 69%, sementara kontribusi pasar domestik meningkat dari 1% menjadi 5%.
Manajemen WOOD menilai hal ini mencerminkan basis pendapatan perusahaan yang semakin beragam dan seimbang. "WOOD meyakini bahwa berbagai inisiatif diversifikasi tersebut akan semakin memperkuat ketahanan bisnis melalui perluasan basis pelanggan, pengurangan ketergantungan terhadap satu pasar," imbuh manajemen WOOD. Ke depan, hingga akhir tahun, WOOD tetap menargetkan pendapatan bertumbuh
high-single digit. Hal ini didukung oleh ketahanan bisnis
building components, diversifikasi pasar yang terus berkembang ke Eropa, meningkatnya kontribusi dari kategori produk baru, serta basis pelanggan yang makin luas di berbagai pasar ekspor. "Sejalan dengan itu, WOOD juga akan terus mengembangkan bisnis kehutanan (
forestry), sekaligus mempertahankan disiplin operasional hingga efisiensi manufaktur, guna memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," tandas manajemen WOOD. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News