KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Emiten pengelola tiga lapangan golf di Bali, Sentul, dan Belitung ini pun optimistis dapat meraih kinerja keuangan yang tumbuh double digit pada tahun ini. Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan GOLF pada tiga bulan pertama tahun ini meningkat tipis 1,3% secara tahunan atau
year on year (yoy) menjadi Rp 28,82 miliar dari Rp 28,45 miliar.
Melihat sisi
bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih GOLF melonjak 20,6% yoy ke level Rp 1,59 miliar dari Rp 1,32 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Baca Juga: Intra Golflink (GOLF) Godok Sejumlah Agenda Ekspansi Tahun 2026 Berkat efisiensi, beban umum dan administrasi GOLF pun turun 8,71% yoy jadi Rp 11,15 miliar dari Rp 12,21 miliar. Adapun manajemen GOLF mencatat, kontributor utama dari pendapatan perusahaan di awal 2026 ini berasal dari segmen golf yang meraih Rp 22,74 miliar. Pertumbuhan ini dinilai terdorong oleh meningkatnya daya tarik lapangan golf milik perusahaan, seiring adanya penambahan fasilitas pendukung. Intra Golflink Resorts mengaku akan terus menjaga momentum jumlah rounds yang solid, baik di New Kuta Golf Bali maupun Palm Hill Golf Sentul. Lebih lanjut, segmen restoran menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar Rp 4,06 miliar, turun dibanding kuartal I-2025 yang sebesar Rp 4,50 miliar.
Baca Juga: Intra Golflink (GOLF) Ekspansi, Bangun 43 Villa di New Kuta Golf Bali Sementara itu, segmen lainnya (others) meraup pendapatan Rp 2,03 miliar, naik 10,8% yoy dari kuartal I tahun lalu sebesar Rp 1,83 miliar. Di sisa tahun ini, Intra Golflink Resorts melakukan sejumlah upaya untuk menyeimbangkan
recurring revenue dan pengembangan real estat. Dari sisi segmen properti, GOLF menetapkan target
marketing sales sekitar Rp 200 miliar untuk klaster kedua dari proyek The Links Golf Villa Bali. Selain itu, sisa realisasi belanja modal alias
capital expenditure (capex) tahun 2025 yang berkisar antara 30%-40% dari total anggaran Rp 323 miliar, akan dialihkan ke tahun 2026 seiring dengan dimulainya pengembangan proyek di Bali secara intensif. Pada tahun ini, GOLF juga melanjutkan proses serah terima (handover) unit properti secara konsisten. baik untuk proyek The Links Golf Villa di Bali maupun Sequoia Hills di Sentul untuk mendorong kontribusi pendapatan yang berkelanjutan.
Untuk mengoptimalkan
recurring revenue, perusahaan mengaku akan berfokus pada peningkatan kualitas operasional golf dan fasilitas pendukungnya. Di Bali, perusahaan tengah menjalankan inisiatif renovasi lapangan golf, serta terus menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti golf-entertainment centre berkonsep
hybrid driving range, wedding venue, serta area komersial. Tak hanya Bali dan Sentul, GOLF juga akan mengembangkan wilayah Belitung di masa mendatang dan diproyeksikan akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Pendapatan Intra Golflink Resort (GOLF) Ditopang Proyek New Kuta Golf Bali di 2025 Dengan pengembangan ekosistem pariwisata yang berjalan di kawasan Black Rocks Golf & Leisure Belitung, GOLF berharap kunjungan wisatawan diharapkan terus meningkat dan menjadi motor baru bagi r
ecurring revenue. Seiring sejumlah strategi tersebut, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2026 minimal 15% dan pendapatan tumbuh minimal sebesar 10%. "Ke depan, kami akan terus mempercepat progres pembangunan proyek properti strategis dan memastikan seluruh fasilitas baru berjalan sesuai rencana untuk memperluas basis pendapatan," jelas Direktur Utama GOLF Dwi Febri Astuti dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News