KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih Rp 3,7 triliun pada tahun 2025. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2024, laba bersih JSMR menurun 19,21% dari Rp 4,53 triliun. Di tahun lalu, Jasa Marga mencatat margin EBITDA mencapai 67%. JSMR menyebut kinerja ini ditopang pertumbuhan pendapatan dan efisiensi beban keuangan. Sebagai emiten BUMN di bidang infrastruktur jalan tol, Jasa Marga mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 5,8% secara tahunan menjadi Rp 19,8 triliun. Pendapatan tersebut didorong oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp 18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 1,6 triliun.
Baca Juga:
Resmi! Pemerintah Wajibkan BHR Ojol Cair H-7 Sebelum Lebaran Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA Jasa Marga meningkat menjadi Rp13,3 triliun. Jasa Marga juga menjaga stabilitas kinerja dengan capaian EBITDA margin pada level 67,0%. Atas kinerja tersebut,
core profit stabil sebesar Rp 3,7 triliun. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan stabilitas
core profit tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan JSMR menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% secara
year on year (yoy). “
Core profit dan kinerja sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi
equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada kuartal IV tahun 2024,” ujar Rivan dalam keterangannya, Selasa (3/3). Pada 2024, perusahaan ini menggandeng mitra strategis melalui aksi korporasi
equity financing di PT JTT dengan tetap mempertahankan kepemilikan saham sebesar 65%. Strategi ini dinilai memperkuat kapasitas keuangan dan fleksibilitas pendanaan. “Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien,” jelas Rivan. Dampak dari langkah tersebut tercermin pada perbaikan rasio solvabilitas pada 2025.
Interest Coverage Ratio (ICR) meningkat menjadi 3,7 kali (x), sementara rasio
Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level 1,2x. Kondisi ini mencerminkan kemampuan JSMR menjaga rasio
covenant di tengah kebutuhan ekspansi dan pengoperasian ruas tol baru.
Baca Juga: Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas Senilai Rp 18,2 Miliar ke Tiga Negara Dari sisi operasional, Jasa Marga masih memegang posisi
market leader dengan total panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer, atau merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol beroperasi di Indonesia. Sepanjang 2025, total volume transaksi di jalan tol tumbuh 0,35% yoy menjadi 1,3 miliar kendaraan, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3,58 juta kendaraan. Perusahana ini juga melanjutkan pembangunan sejumlah ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, antara lain Tol Probolinggo–Banyuwangi, Tol Yogyakarta–Bawen, Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Tol Akses Patimban. Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, empat dari lima ruas tol tersebut dipersiapkan untuk beroperasi secara fungsional tanpa tarif guna mendukung kelancaran lalu lintas. Selain itu, Jasa Marga meningkatkan kesiapan layanan melalui perbaikan perkerasan jalan, penambahan petugas dan kendaraan operasional, serta penguatan layanan teknologi melalui Jasa Marga Tollroad Command Center dan aplikasi Travoy, termasuk peningkatan fasilitas rest area.
Manajemen optimistis kinerja Jasa Marga pada 2026 akan lebih baik melalui sejumlah inisiatif strategis, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun pengelolaan kesehatan keuangan. Upaya tersebut mencakup optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol sesuai rencana.
Baca Juga: RKAB Nikel Dipangkas, 3 Pabrik Pemurnian Ini Kolaps Dengan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang menurun, dan kinerja operasional yang solid, Jasa Marga menargetkan tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar industri jalan tol nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News