KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (
RISE) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal III 2026. Pengembang properti ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 147,45 miliar per 30 September 2026, melonjak 167,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,12 miliar. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan pada Senin (26/10/2026), pendapatan RISE mencapai Rp 364,48 miliar, meningkat 23,9% secara tahunan dibandingkan dengan Rp 294,15 miliar pada periode Januari hingga September 2025.
Baca Juga: Puradelta Lestari (DMAS) Raih Prapenjualan Rp 2,61 Triliun per September 2026 Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan RISE turun 11,8% menjadi Rp 144,93 miliar dari Rp 164,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini mendorong laba bruto perusahaan meningkat 69,1% menjadi Rp 219,56 miliar, dari sebelumnya Rp 129,86 miliar. Laba usaha RISE juga melonjak 196,1% menjadi Rp 133,74 miliar per September 2026, dibandingkan Rp 45,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total beban usaha relatif stabil di Rp 85,82 miliar, naik 1,3% dari Rp 84,69 miliar.
Meski kinerja operasional membaik, RISE mencatatkan beban lain-lain bersih sebesar Rp 14,80 miliar, berbalik dari pendapatan lain-lain bersih Rp 17,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini terutama dipengaruhi kerugian atas portofolio efek bersih sebesar Rp 37,71 miliar, meningkat sekitar 1.266,3% dari Rp 2,76 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Di sisi lain, perusahaan membukukan keuntungan dari penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp 35,13 miliar.
Baca Juga: Target Investasi Pemerintah Naik, Emiten Properti Kawasan Industri Bisa Raup Cuan Pos tersebut turut menopang laba sebelum pajak penghasilan yang mencapai Rp 146,81 miliar, meningkat 162,6% dibandingkan Rp 55,90 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat sebesar Rp 146,91 miliar, melonjak 182,9% dibandingkan Rp 51,92 miliar pada periode Januari hingga September 2025. Dengan demikian, laba per saham RISE naik 182,6% menjadi Rp 9,07 dari sebelumnya Rp 3,21.
Dari sisi neraca, total aset RISE per 30 September 2026 mencapai Rp 4,32 triliun, naik sekitar 4,1% dari Rp 4,15 triliun pada akhir 2025.
Baca Juga: Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Beragam, Simak Rekomendasi Sahamnya Total liabilitas meningkat 6,5% menjadi Rp 796,35 miliar dari Rp 747,49 miliar, sedangkan total ekuitas tumbuh 3,2% menjadi Rp 3,52 triliun dibandingkan Rp 3,41 triliun pada akhir tahun lalu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News