Laba kotor Energi Mega Persada (ENRG) anjlok 58% di semester I 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) merosot 58,12% pada semester I 2018 menjadi US$ 26,13 juta, ketimbang periode yang sama tahun lalu US$ 62,44 juta.

Penurunan laba ini lebih dalam jika dibandingkan dengan penurunan penjualan. Pendapatan ENRG merosot 19,16% pada semester I 2018 menjadi US$ 135,5 juta. Pada enam bulan pertama tahun lalu, ENRG meraup pendapatan US$ 167,6 juta.

Dalam pernyataan, Rabu (31/10), Energi Mega Persada mengungkapkan bahwa penurunan penjualan dalam enam bulan pertama 2018 terjadi karena penurunan produksi akibat rendahnya serapan konsumen. Meskipun begitu, penyerapan gas diharapkan akan bertambah di semester II 2018.


ENRG mengungkapkan, biaya produksi pada enam bulan pertama tahun ini cenderung stabil. ENRG pun memangkas biaya operasional sekitar 29,36%. Per Juni 2017, perusahaan itu masih membukukan biaya operasional sebanyak US$ 5,55 juta dan di tahun ini turun menjadi US$ 3,92 juta.

"Biaya produksi di semester I 2018 tetap sama, karena lebih banyaknya aktivitas pengeboran demi meningkatkan produksi migas di awal 2019," kata CEO ENRG Syailendra S Bakrie, Rabu (31/10).

Di sisi lain, perusahaan minyak Grup Bakrie ini mencatatkan penurunan EBITDA dari US$ 91,71 juta di Juni 2017, turun 26,78% menjadi US$ 67,06 juta per Juni 2018. Sedangkan untuk untuk beban biaya penjualan naik dari US$ 105,18 juta pada semester I 2017, menjadi US$ 109,39 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati