Laba kuartalan meningkat, saham Sri Rejeki Isman (SRIL) ogah melonjak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan tekstil terintegrasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) telah menerbitkan laporan keuangan kuartal II 2019. Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh Kontan.co.id, Selasa (16/7), penjualan kotor SRIL meningkat 15,14% dibandingkan dengan semester I 2018.

Alhasil, laba bersih pabrik tekstil anggota indeks Kompas100 yang bermarkas di Sukaharjo, Jawa Tengah, ini turut meningkat 12,3% secara tahunan (yoy), menjadi US$ 63,25 juta.

Baca Juga: Sri Rejeki Isman (SRIL) cetak pertumbuhan laba bersih 12,3% di semester I-2019  


Menariknya, kontribusi penjualan SRIL ke Amerika Serikat dan Amerika Latin meningkat 3,2 kali lipat dibanding periode sebelumnya. “Fokus perusahaan pada tahun ini adalah meningkatkan utilisasi seluruh divisi produksi, terutama yang menghasilkan margin lebih tinggi yaitu di bagian finishing dan garmen,” ujar Allan Moran Severino, Direktur Keuangan SRIL dalam keterangan tersebut.

Sayangnya, meski mengumumkan pertumbuhan penjualan dan laba yang terbilang cemerlang, hari ini (16/07) saham SRIL ditutup datar. Ketika alarm penutupan bursa berdering, saham SRIL persis berada di harga Rp 340. Dibandingkan dengan penutupan Senin (15/07), berarti harga saham SRIL tidak berubah.

Baca Juga: Sri Rejeki Isman (SRIL) catatkan kenaikan penjualan 15,14% pada semester I-2019

SRIL juga dibuka pada harga yang sama dengan penutupan kemarin, yaitu Rp 340 per saham. Meski begitu, sebenarnya SRIL sempat mencatatkan harga tertinggi Rp 346 dan harga terendah Rp 336 per saham.

Pada akhir perdagangan, harga bid tertinggi SRIL ada di Rp 338 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 340 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham SRIL mencapai Rp 350,70 miliar. Jumlah saham bank yang ditransaksikan mencapai 10.286.384 saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana