Laba Mastercard Lampaui Ekspektasi, Didukung Belanja Perjalanan dan Kebutuhan Pokok



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Mastercard membukukan laba kuartal keempat yang melampaui ekspektasi Wall Street, didorong oleh belanja konsumen yang tetap solid pada sektor perjalanan, rekreasi, dan kebutuhan sehari-hari. Kinerja tersebut meningkatkan volume transaksi perusahaan pengolah pembayaran asal Amerika Serikat itu.

Belanja konsumen terbukti relatif tangguh meski dibayangi ketidakpastian ekonomi, mulai dari kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, inflasi yang masih tinggi, hingga pasar tenaga kerja yang melambat. Pada periode liburan akhir tahun, konsumen juga memanfaatkan berbagai promo untuk menghemat anggaran belanja, yang turut mendorong volume transaksi pembayaran.

Baca Juga: Mastercard dan VIsa Sepakat Bayar Gugatan US$ 38 Miliar


Nilai total transaksi atau gross dollar volume Mastercard yang mencerminkan nilai seluruh transaksi yang diproses di platformnya naik 7% pada kuartal tersebut. Sementara itu, volume transaksi lintas negara (cross-border volumes) melonjak 14%, mencerminkan kuatnya aktivitas belanja dan perjalanan internasional.

Saham Mastercard naik sekitar 2,5% pada perdagangan prapasar setelah laporan kinerja dirilis.

Belanja rumah tangga masih menunjukkan daya tahan, dengan konsumen memprioritaskan kebutuhan pokok. Pada saat yang sama, kelompok berpendapatan tinggi dinilai belum banyak mengurangi belanja non-esensial.

Sejumlah bank di AS juga melaporkan kenaikan saldo kartu kredit pada kuartal terakhir, menandakan permintaan pembiayaan konsumen tetap bertahan meski suku bunga berada di level tinggi.

Mastercard menjadi perusahaan pemroses pembayaran besar pertama di Wall Street yang melaporkan kinerja keuangan kuartal ini. Rival utamanya, Visa, dijadwalkan merilis laporan keuangan pada hari yang sama, sementara American Express akan menyusul pada Jumat.

Laba disesuaikan Mastercard tercatat sebesar US$ 4,76 per saham, melampaui ekspektasi analis sebesar US$ 4,25 per saham. Pendapatan perusahaan mencapai US$8,81 miliar, juga lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar US$8,78 miliar, berdasarkan data LSEG.

Baca Juga: Defisit Perdagangan AS Melebar November 2025, Catat Kenaikan Hampir dalam 34 Tahun

Selain bisnis inti jaringan pembayaran, Mastercard terus memperkuat diversifikasi melalui layanan bernilai tambah seperti perlindungan penipuan dan solusi keamanan siber, yang umumnya memiliki margin lebih tinggi. Pertumbuhan segmen ini dalam beberapa kuartal terakhir bahkan melampaui pertumbuhan bisnis jaringan pembayaran utama.

Pendapatan dari segmen value-added services and solutions melonjak 26% pada kuartal keempat, menegaskan peran penting lini bisnis tersebut dalam menopang kinerja perusahaan.

Selanjutnya: GoApotik Tingkatkan Penjualan Apotek UMKM Lewat Digital Marketing

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 12 Wakil Indonesia Melaju ke Perempatfinal