Laba Matahari Department Store (LPPF) di 2022 Melesat 51,5%, Ini Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun 2022. Perusahaan milik Grup Lippo itu meraup penjualan Rp 12,4 triliun pada 2022, tumbuh 20,7% dari tahun 2021 sebesar Rp 10,3 triliun.

Kenaikan penjualan mendorong pendapatan LPPF pada 2022 menjadi Rp 6,4 triliun atau naik 15,5% dibanding tahun 2021 Rp 5,6 triliun. Pendapatan LPPF, antara lain, berasal dari penjualan eceran Rp 3,70 triliun, naik dari 2021 sebesar Rp 3,40 triliun.

Lalu, penjualan konsinyasi bersih naik dari sebelumnya Rp 2,16 triliun menjadi Rp 2,73 triliun. Sisanya dari pendapatan jasa Rp 14,80 miliar. Alhasil, laba bersih Matahari juga terdongkrak 51,5% secara tahunan jadi Rp 1,4 triliun.


Baca Juga: Matahari Department Store (LPPF) Mengusulkan Dividen 90% Laba 2022

Kenaikan laba bersih tersebut turut meningkatkan nilai laba per saham dasar LPPF menjadi Rp 582 per saham dari periode tahun sebelumnya Rp 351 per saham. Pada 2022, EBITDA Matahari juga tumbuh 50,9% secara tahunan menjadi Rp 1,96 triliun.

Terry OConnor, CEO Matahari Department Store mengatakan, membaiknya kinerja LPPF pada 2022 ditopang pemulihan daya beli konsumen seiring menggeliatnya mobilitas masyarakat pasca pandemi Covid-19.

 
LPPF Chart by TradingView

Strategi Matahari menambah jaringan gerai ikut menopang pertumbuhan kinerja LPPF pada 2022. Di sepanjang tahun lalu, Matahari telah menambah 10 gerai baru. Dus, hingga akhir 2022, Matahari telah mengoperasikan 150 gerai di seluruh Indonesia.

Pada 2023, Matahari menargetkan bisa menambah gerai baru sebanyak 12 unit. Target tahun ini, Matahari bisa mengoperasikan sebanyak 160 gerai atau lebih.

Baca Juga: Matahari Department Store (LPPF) Buka Gerai Baru Kedua di 2023

Terry menambahkan, pada kuartal IV-2022, terdapat efek inflasi pada perdagangan di bulan Oktober dan November. Namun, kondisi ini bisa diimbangi dengan penjualan pada musim Natal 2022 yang menyumbang kenaikan dobel digit.

"Sehingga menghasilkan pertumbuhan penjualan 5,2% secara keseluruhan di kuartal IV," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (24/2).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Rio Febrian menilai, prospek emiten LPPF masih menarik. Ini terutama menjelang hari Raya Idul Fitri. Pada momen ini biasanya demand atau konsumsi masyarakat akan meningkat. Rio merekomendasi buy on support saham LPPF dengan target harga 5.400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli