Laba Medco (MEDC) Melonjak 282,4%, Terdongkrak Harga Migas dan Laba Amman (AMMN)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) moncer pada awal tahun ini. MEDC meraih laba bersih senilai US$ 67,38 juta pada kuartal I-2026 atau melonjak sebanyak 282,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagai perbandingan, MEDC membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 17,62 juta pada kuartal I-2025. Pertumbuhan keuntungan ini sejalan dengan laju pendapatan MEDC yang menanjak 19,23% secara tahunan dari US$ 560,47 juta menjadi US$ 668,30 juta.

Pendapatan MEDC hingga Maret 2026 bersumber dari kontrak dengan pelanggan senilai US$ 654,35 juta dan pendapatan keuangan US$ 13,95 juta. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dan pendapatan keuangan MEDC masing-masing tumbuh 19,21% year on year (yoy)  dan 20,46% yoy. 


Baca Juga: Biaya Logistik Naik, Asosiasi Pengusaha Truk Minta Evaluasi Kebijakan Pelabuhan

Di sisi yang lain, MEDC berbalik membukukan bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama senilai US$ 44,55 juta pada kuartal I-2026. Hasil yang lebih baik dibandingkan rugi senilai US$ 20 juta pada kuartal I-2025.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, MEDC membukukan laba periode berjalan senilai US$ 72,15 juta. Melonjak sebanyak 251,43% dibandingkan raihan US$ 20,53 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Chief Executive Officer Medco Energi Internasional, Roberto Lorato mengungkapkan bahwa pertumbuhan signifikan laba bersih MEDC didukung oleh kinerja operasional yang lebih kuat serta kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Pada kuartal I-2026, MEDC membukukan EBITDA senilai US$ 351 juta, yang didorong oleh peningkatan produksi dan harga realisasi minyak yang lebih baik.

Harga minyak rata-rata terealisasi naik dari US$ 63 per barel pada kuartal IV-2025 menjadi US$ 75 per barel pada kuartal I-2026. Sedangkan harga minyak terealisasi untuk bulan Maret tercatat sebesar US$ 94 per barel, seiring dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga gas juga mengalami kenaikan dari US$ 6,7 per million british thermal unit (mmbtu) pada kuartal IV-2025 menjadi US$ 7,2 per mmbtu. Pendapatan MEDC pun meningkat, terutama didorong oleh volume minyak dan gas (migas) yang lebih tinggi dari tambahan partisipasi di Blok Corridor serta produksi baru dari lapangan Forel dan Terubuk.

"Peningkatan EBITDA dan laba bersih didukung oleh kenaikan produksi, serta kontribusi yang semakin membaik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan kami. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak meningkat pada Maret, yang memberikan dampak positif bagi penjualan likuid dan gas ekspor kami," kata Roberto melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (1/5/2026) malam.

Secara volume, produksi migas MEDC meningkat sekitar 18% (yoy) menjadi 169 million barrels of oil equivalent per day (mboepd). Sementara itu, biaya produksi migas MEDC tercatat sebesar US$ 9 per barrel of oil equivalent (boe).

Volume dan biaya produksi migas pada kuartal I-2026 masih berada di dalam panduan MEDC. Pada tahun ini, MEDC memproyeksikan produksi migas sebanyak 165 - 170 mboepd, dengan biaya produksi migas di bawah US$ 10 per boe.

Baca Juga: Harga BBM Industri Naik, Pengusaha Sawit Mengerem Ekspansi dan Tekan Biaya Produksi

Kontribusi dari Tambang & Listrik

Bergeser ke segmen pertambangan, MEDC melalui Amman Mineral (AMMN) tercatat memproduksi sebanyak 101 juta pon tembaga dan 136.000 ons emas. AMMN juga melakukan pemurnian lanjutan sebanyak 27.700 ton katoda tembaga dan 66.200 ons emas murni.

Dari sisi kinerja keuangan, penjualan bersih AMMN meroket secara tahunan dari hanya US$ 2,12 juta menjadi US$ 807,91 juta hingga Maret 2026. Hasil ini membuat AMMN mampu membalikkan kerugian US$ 138,76 juta menjadi laba bersih senilai US$ 160,16 juta.

Hasil apik tersebut memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kinerja MEDC dengan laba bersih sebesar US$ 34 juta pada kuartal I-2026. Merujuk laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Maret 2026, MEDC memegang sebanyak 20,91% dari total kepemilikan saham AMMN.

Dari segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik MEDEC naik sekitar 21% (yoy) menjadi 1.053 Gigawatt hour (GWh). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan keandalan Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listik Batam (ELB) serta aset lainnya. Porsi penjualan energi terbarukan MEDC pun naik menjadi 28,5% dari total penjualan listrik.

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex), realisasi pada kuartal I-2026 tercatat sebesar US$ 90 juta. Rincinya, sebanyak US$ 88 juta dialokasikan untuk pengembangan migas dan US$ 2 juta  untuk proyek ketenagalistrikan.

Baca Juga: Sawit Sumbermas (SSMS) Percaya B50 Jadi Penopang Permintaan dan Katalis Positif CPO

Pada tahun ini, MEDC menyiapkan capex sebesar US$ 415 juta untuk segmen migas dan US$ 15 juta untuk belanja di ketenagalistrikan. Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro menegaskan bahwa MEDC tetap berkomitmen untuk memperkuat portofolio dan memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Kinerja kuartal pertama kami mencerminkan fokus berkelanjutan Medco Energi pada keunggulan operasional, pengelolaan keuangan yang disiplin, dan pertumbuhan jangka panjang," tandas Hilmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News