Laba Mega Perintis (ZONE) Turun Meski Pendapatan Naik, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga kuartal III tahun 2023 ini, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 9,1% dengan nilai Rp 542,73 miliar jika dibandingkan dengan penjualan perseroan di periode sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 497,62 miliar.

Corporate Secretary ZONE Luki Rusli mengatakan kenaikan penjualan tersebut didapatkan perseroan dari pembukaan toko-toko baru dan juga penjualan secara online. Meski penjualan naik, laba bersih ZONE turun 29,4% menjadi Rp 45,52 miliar dari sebelumnya berada pada angka Rp 64,47 miliar.

“Penurunan laba Perseroan dikarenakan adanya peningkatan biaya-biaya utamanya berasal dari kenaikan biaya rental toko sedangkan pada periode tahun lalu Perseroan masih mendapatkan relaksasi/keringanan biaya sewa toko, kenaikan juga terjadi pada biaya service charge dari toko,” ungkap Luki saat dihubungi Kontan, Kamis (02/11). 


Tak hanya itu, penurunan laba juga terjadi karena adanya peningkatan biaya promosi seiring dengan pertumbuhan penjualan online.

Baca Juga: Eagle High Plantations (BWPT) Yakin Kinerja Tahun Ini Naik Dua Digit

Pembukaan gerai-gerai baru ini pun berdampak pada penggunaan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini yang sudah mencapai 90%.

“Perseroan telah merealisasikan 90% dari anggaran Capex 2023 yaitu Rp 40 miliar untuk pembukaan gerai-gerai baru maupun revamp atas gerai-gerai existing,” katanya.

Lalu terkait ekspansi jelang tutup tahun, Luki mengatakan ZONE masih akan melakukan selektif dalam menambah gerai baru dengan lokasi yang strategis, kemudian mengoptimalkan produktivitas gerai-gerai kami yang ada dengan menyediakan produk fesyen yang ter-update dengan kualitas kain terbaik, nyaman dan harga terjangkau.

“Renovasi toko-toko kami agar memberikan kenyamanan dalam berbelanja dan fokus untuk meningkatkan penjualan online. Kami juga melakukan kolaborasi dengan merek-merek lokal ternama dan brand internasional serta konsisten dalam menekan anggaran biaya-biaya operasional agar lebih efisien dan efektif,” jelasnya.

Terkait target peningkatan pendapatan dan laba, Luki mengatakan menjelang akhir tahun khususnya menyambut Natal dan tahun baru, perseroan masih melihat adanya potensi perbaikan terhadap kondisi bisnis retail.

“Perseroan memproyeksi masih ada pertumbuhan dari sisi pendapatan dan mengurangi penurunan laba yang telah dibukukan sampai dengan 9 bulan di tahun 2023 ini,” katanya.

Baca Juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) Temukan Tambahan Mineral di Tambang Emas Poboya

Luki menambahkan, untuk menyiasati kendala-kendala di industri fashion, perseroan sedang melakukan transformasi bisnis dengan fokus meningkatkan penjualan online dan melakukan efisiensi operasional serta meningkatkan kualitas produk dan layanan.

“Kami berusaha selalu menghadirkan produk fesyen uptrend dan berkualitas, memberikan promo yang menarik serta meningkatkan pengalaman berbelanja para pelanggan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi