KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan peningkatan laba bersih per Mei 2026. Berdasarkan laporan perusahaan di situs resmi perusahaan, Ciputra Life membukukan laba bersih sebesar Rp 25,13 miliar per Mei 2026, atau melesat 33,74% secara
Year on Year (YoY). Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan, peningkatan laba bersih tersebut utamanya ditopang kinerja bisnis inti perusahaan yang tetap bertumbuh.
"Khususnya dari lini asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan kumpulan bagi korporasi," ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Ciputra Life Beberkan Faktor yang Pengaruhi Nasabah dalam Membayar Premi di 2026 Selain itu, Listianawati mengatakan peningkatan laba juga tak terlepas dari upaya perusahaan dalam menjaga disiplin pengelolaan biaya operasional, sehingga efisiensi tetap terjaga. Dia juga bilang hasil investasi masih memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, meskipun kondisi pasar keuangan masih cukup dinamis. "Bagi kami, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari keseimbangan antara pertumbuhan premi yang sehat, efisiensi operasional, serta pengelolaan investasi yang dilakukan secara
prudent," tuturnya. Lebih lanjut, Listianawati mengungkapkan kondisi pasar keuangan yang masih berfluktuasi pada tahun ini tentu menjadi tantangan bagi seluruh pelaku industri, termasuk perusahaan asuransi, dalam mengelola investasi. Namun, dia bilang bagi Ciputra Life, hasil investasi bukan satu-satunya sumber utama pertumbuhan laba perusahaan.
Baca Juga: Ciputra Life Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Laba pada Tahun Ini Listianawati menyebut fokus utama Ciputra Life tetap pada pengembangan bisnis inti melalui pertumbuhan premi yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Oleh karena itu, kami terus memperkuat lini asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan kumpulan, sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis agar pertumbuhan premi tetap terjaga," ucapnya. Dari sisi investasi, Listianawati mengatakan pihaknya akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian melalui diversifikasi portofolio dan penempatan investasi pada instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan liabilitas perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, dia berharap hasil investasi tetap dapat terjaga. "Kami meyakini bahwa profitabilitas yang berkelanjutan tidak ditentukan hasil investasi semata, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan premi yang sehat, kualitas underwriting, pengelolaan risiko yang baik, dan efisiensi biaya operasional yang disiplin," kata Listianawati. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News