KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang 2025, PT Arkora Hydro Tbk (
ARKO) mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba dibandingkan dengan raihan di tahun 2024. Pada tahun lalu, Arkora Hydro mencatatkan pendapatan sebesar Rp 343,3 miliar sepanjang 2025, atau meningkat 43,7% secara tahunan atau
year on year (YoY). Adapun, dari sisi operasional, Arkora Hydro mencatatkan produksi listrik 151,8 MWh pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar 56,1% YoY, didukung oleh mulai beroperasinya proyek Yaentu dan serta komitmen Perseroan dalam menjaga kesinambungan pasokan listrik.
Kinerja operasional yang meningkat tersebut membawa pertumbuhan laba bersih sebesar 52,9% YoY menjadi Rp 63,9 miliar, dengan margin laba bersih yang naik menjadi 18,6% (+111 bps YoY) pada tahun 2025.
Baca Juga: Arkora Hydro (ARKO) Geber Ekspansi PLTA Aliran Sungai, Ini Strategi dan Targetnya Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 8 April 2026, Arkora Hydro telah menyetujui kelima mata acara rapat termasuk persetujuan Laporan Keuangan 2025 serta perubahan Dewan Komisaris dan Direksi. Pada RUPST ini, Dewan Komisaris Perseroan menggarisbawahi tonggak peristiwa penting bagi Perseroan yakni keberhasilan Perseroan dalam mendapatkan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dari Proyek Pongbembe (20 MW) sebagai proyek pembangkit tenaga listrik keenam dan terbesar milik Perseroan. PPA ini berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi dan diperkirakan akan beroperasi pada 2030. Estimasi produksi listriknya mencapai 97.218 MWh per tahun yang seluruhnya akan diserap oleh PLN. Komisaris Utama Perseroan, Arya Pradana Setiadharma, mengungkapkan Arkora tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, lebih dari itu, Perseroan juga berkontribusi bagi Indonesia dengan melakukan pengurangan gas rumah kaca melalui proyek pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan. "Sejak tahun 2017 hingga 2025, Perseroan berhasil mencatatkan reduksi emisi sebesar ±277.241 ton CO?eq. Setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe mulai beroperasi, kami memperkirakan total reduksi emisi akan bertambah ±181.503 ton CO?eq per tahun. Dengan demikian, target Net Zero Emission pada 2060 dapat semakin cepat kita raih,” pungkas Arya dalam keterangan tertulis, Kamis (09/04/2026).
Baca Juga: Harga Solar Naik, Periklindo: Penambang Bergeser ke Truk Listrik Melalui RUPST ini pula, Perseroan turut mengumumkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. RUPST menerima pengunduran diri Iwan Hadiantoro (Komisaris periode 2022-2025) dan Boy Gemino Kalauserang (Direktur periode 2022-2025) sehingga masa jabatan keduanya pada Perseroan berakhir sehubungan dengan penugasan keduanya di Grup Astra pada tahun ini. Seiring dengan perubahan tersebut, RUPST ini menyetujui pengangkatan Chinthya Theresa sebagai Komisaris serta Terry Tendo sebagai Direksi yang keduanya juga berasal dari Grup Astra. Direktur Utama Perseroan, Aldo Artoko, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan oleh jajaran sebelumnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Bapak Iwan Hadiantoro serta Bapak Boy Gemino Kalauserang selama masa jabatannya. Kami mendoakan kesuksesan dalam menjalankan amanah profesional selanjutnya,” ujar Aldo. Ia juga menyampaikan harapannya agar jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan, serta mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja Perseroan ke depan. Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Harga Solar Naik, Periklindo: Penambang Bergeser ke Truk Listrik Dewan Komisaris Perseroan: Komisaris Utama
: Arya Pradana Setiadharma Komisaris
: Chinthya Theresa Komisaris
: Indarto
Direksi Perseroan: Direktur Utama: Aldo Artoko
Direktur
: Ricky Hartono Direktur
: Ismu Nugroho Direktur
: Terry Tando Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News