KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba bersih PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (
PANI) melonjak ratusan persen sepanjang paruh pertama tahun 2026. Emiten properti terafiliasi Sugianto Kusuma alias Aguan ini mengantongi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 1,68 triliun per kuartal II 2026, naik 483,78%
year on year (YoY) dari Rp 285,86 miliar. Kenaikan laba bersih bermula dari raihan pendapatan neto yang tercatat Rp 2,92 triliun per kuartal II 2026. Ini naik 77,61% dari Rp 1,64 triliun pada periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Hadapi Risiko Tren Suku Bunga Tinggi, Simak Rekomendasi Saham PIK 2 (PANI) Segmen penjualan tanah dan bangunan menyumbang paling besar yaitu Rp 2,86 triliun. Lalu, segmen sewa berkontribusi Rp 34,77 miliar dan segmen lainnya Rp 25,56 miliar. PANI juga mencatatkan pendapatan prapenjualan alias
marketing sales sebesar Rp 1,9 triliun per semester I 2026. Raihan itu setara 45% dari total target tahunan PANI dan meningkat sebesar 66% YoY. ”Ini didorong dengan beragam produk serta ekosistem kawasan terpadu PIK2 yang semakin matang dan bernilai tinggi,” ujar Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan, dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/7/2026). Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim menjelaskan, peningkatan laba PANI yang lebih tinggi di kuartal II 2026 disebabkan oleh pengakuan pendapatan dari penjualan lahan sebesar Rp 1,2 triliun kepada PT Centerindo Tiga.
“Sedangkan, peningkatan
presales dari PANI didorong oleh permintaan residensial yang masih kuat di kota PIK2, didukung juga oleh low base dari tahun lalu,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (2/8/2026). Menurut Kevin, performa presales dari PANI akan terus berlanjut di semester II, seiring dengan percepatan dari proyek-proyek krusial seperti NICE dan tol KATARAJA.
Baca Juga: Cetak Lonjakan Pendapatan 205,94% di Semester I, Simak Prospek Saham Milik Hashim ini Namun, perlu diingat bahwa peningkatan laba PANI yang signifikan di kuartal merupakan
one off dikarenakan pengakuan pendapatan dari penjualan lahan sebesar Rp 1,2 triliun yang merupakan
one-off. “Secara fundamental, PANI memiliki
balance sheet yang kuat dengan pertumbuhan
presales yang masih prospektif dalam jangka panjang,” ungkapnya. Kevin pun merekomendasikan beli untuk PANI dengan target harga Rp 9.800 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News