Pecinta burung kicau, pasti sudah tidak asing dengan istilah kroto, yaitu telur semut rangrang atau Oecophylla Smaragdina. Kroto banyak digunakan untuk pakan burung dan juga ikan. Permintaan kroto cukup tinggi, terutama dari para pecinta burung kicau. Padahal, keberadaannya di alam terbatas. Bahkan, pasokan kroto di alam kian berkurang dengan semakin berkurangnya hutan. Kroto juga berkurang saat musim hujan. Padahal permintaannya cenderung naik. Makanya, pembudidayaan semut rangrang mulai dilakukan. Salah satu pembudidaya adalah Ajiponto di Yogyakarta. Ia terjun di budidaya semut rangrang sejak tahun lalu, lantaran melihat peluang bisnis yang cerah.
Laba menggelitik dari budidaya semut rangrang (1)
Pecinta burung kicau, pasti sudah tidak asing dengan istilah kroto, yaitu telur semut rangrang atau Oecophylla Smaragdina. Kroto banyak digunakan untuk pakan burung dan juga ikan. Permintaan kroto cukup tinggi, terutama dari para pecinta burung kicau. Padahal, keberadaannya di alam terbatas. Bahkan, pasokan kroto di alam kian berkurang dengan semakin berkurangnya hutan. Kroto juga berkurang saat musim hujan. Padahal permintaannya cenderung naik. Makanya, pembudidayaan semut rangrang mulai dilakukan. Salah satu pembudidaya adalah Ajiponto di Yogyakarta. Ia terjun di budidaya semut rangrang sejak tahun lalu, lantaran melihat peluang bisnis yang cerah.