KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri multifinance alami penurunan 7,32% secara Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 19,36 triliun per November 2025. Mengenai hal itu, Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody berpendapat menurunnnya laba multifinance disebabkan kinerja industri yang terbilang tertekan juga. Dia bilang masih tingginya angka kredit macet Non Performing Financing (NPF) dan penyaluran pembiayaan yang hanya tumbuh tipis turut berkontribusi. "Di samping penyelesaian NPF, kemungkinan besar juga masalah cost of fund karena banyak multifinance yang masih bergantung terhadap pendanaan offshore," katanya kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
Laba Multifinance Anjlok 7,32%: Ini Pemicu Utamanya!
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri multifinance alami penurunan 7,32% secara Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 19,36 triliun per November 2025. Mengenai hal itu, Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody berpendapat menurunnnya laba multifinance disebabkan kinerja industri yang terbilang tertekan juga. Dia bilang masih tingginya angka kredit macet Non Performing Financing (NPF) dan penyaluran pembiayaan yang hanya tumbuh tipis turut berkontribusi. "Di samping penyelesaian NPF, kemungkinan besar juga masalah cost of fund karena banyak multifinance yang masih bergantung terhadap pendanaan offshore," katanya kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
TAG: