Laba Operasional Volvo Anjlok 15% di Kuartal I-2026, Profitabilitas Terancam



KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Volvo Cars melaporkan penurunan laba operasional kuartalan di kuartal I-2026. Produsen otomotif asal Swedia ini mencetak laba operasional 1,6 miliar krona Swedia, setara Rp 2,98 triliun, di kuartal pertama tahun ini.

Realisasi tersebut lebih mini dibandingkan realisasi di periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 1,9 miliar krona Swedia. Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely Holding dari China ini juga mencetak penurunan penjualan sebesar 11%, dan margin kotor sebesar 18,5%.

"Kami tidak puas dengan hasil kami, tetapi terlepas dari penurunan volume yang berasal dari faktor eksternal, profitabilitas kami kurang lebih stabil. Menurut saya ini benar-benar dilakukan dengan baik secara internal, dengan semua faktor yang dapat kami kendalikan," kata Hakan Samuelsson, CEO Volvo Cars, kepada Reuters, Rabu (29/4/2026).


Baca Juga: China Siap Kembali Ekspor Bahan Bakar di Mei, Volume Mencapai 500.000 Ton

Samuelsson mengatakan, penjualan di AS lebih parah dari yang diperkirakan. Alasannya, diskon pajak sebesar US$ 7.500 untuk pembeli telah dihapus. Hal ini juga berdampak pada jajaran model plug-in buatan produsen otomotif ini.

Volvo Cars juga telah memperingatkan laba akan terdampak negatif oleh biaya terkait tarif, efek mata uang, persaingan ketat, dan ketegangan geopolitik.

Perusahaan ini juga mengatakan profitabilitas kuartal kedua akan terus menghadapi tantangan, diperparah oleh peningkatan produksi kendaraan listrik barunya, EX60. Seri ini mulai diproduksi di pabrik Gothenburg minggu lalu.

Baca Juga: Gedung Putih Siapkan Aturan Baru untuk Longgarkan Pembatasan AI Anthropic

"Tentu saja Anda dapat mengharapkan pasar yang lebih baik dari dunia luar, tetapi kami sekarang hanya akan berkonsentrasi pada paruh kedua tahun ini untuk kembali tumbuh," kata Samuelsson.

Analis Handelsbanken, Bernstein, dan JPM menilai penurunan laba tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan. Konsensus proyeksi analis memprediksi laba operasional Volvo hanya mencapai 900 juta hingga 950 juta krona Swedia.

"Yang menonjol adalah Volvo melakukan penghematan biaya sekitar dua miliar pada kuartal ini, yang mengimbangi penurunan penjualan dan bauran harga yang negatif," kata Hampus Engellau, analis Handelsbanken Capital Markets.

Baca Juga: Pasar Saham Global Terkoreksi Menanti The Fed, Risiko Iran dan AI Membayangi

Volvo Cars mengakui, pemotongan biaya melalui program yang diluncurkan setahun yang lalu, dan fakta bahwa mereka mempertahankan pangsa pasar di segmen premium di Eropa, sukses mendukung laba.