Laba Piaggio, Produsen Vespa Melonjak 18% Ditopang Ekspansi Pasar Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kendaraan asal Italia, Piaggio, membukukan pertumbuhan kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan yang dikenal melalui merek skuter ikonik Vespa tersebut mencatatkan kenaikan laba bersih hampir 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kinerja Piaggio ditopang oleh peningkatan penjualan kendaraan, terutama berkat kinerja pasar India yang kuat serta ekspansi bisnis di kawasan Amerika.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Jumat (6/11/2026), Piaggio mencatatkan laba bersih sebesar 37,3 juta euro atau setara US$ 41,8 juta pada periode Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan laba bersih sebesar 31,7 juta euro pada periode yang sama tahun lalu.


Dari sisi penjualan, Piaggio berhasil menjual sebanyak 388.800 unit kendaraan hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 12% secara tahunan (year on year/yoy).

Baca Juga: China Sahkan UU Riset Antartika, Perketat Pengawasan Aktivitas Eksplorasi

India menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling signifikan bagi Piaggio. Volume penjualan di negara tersebut meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, di pasar Eropa, Piaggio mampu mempertahankan pangsa pasar sebesar 17,8%.

Meski mencatatkan pertumbuhan kinerja, Piaggio masih mencermati sejumlah tantangan ekonomi dan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi daya beli konsumen.

Dalam pernyataan resminya, Piaggio menyebutkan bahwa proyeksi bisnis untuk 2026 masih sangat bergantung pada stabilitas kondisi geopolitik dan ekonomi global.

"Panduan bisnis yang disusun untuk 2026 masih berkaitan erat dengan kebutuhan akan stabilitas geopolitik dan ekonomi pada tingkat tertentu yang dapat memberikan dampak positif terhadap kecenderungan konsumen untuk berbelanja," kata Piaggio dalam pernyataan laporan keuangannya.

Baca Juga: Tesla Bakal Hentikan Produksi Cybertruck di Pabrik Texas Mulai Pertengahan 2027

Di sisi operasional, perusahaan juga menghadapi tekanan kenaikan biaya produksi, terutama yang berasal dari energi, transportasi pengiriman, serta bahan baku.

Chief Executive Officer (CEO) Piaggio Michele Colaninno mengatakan, keberadaan fasilitas produksi dan jaringan komersial di berbagai negara menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menghadapi tekanan biaya tersebut.

"Berbagai fasilitas produksi dan komersial kami di seluruh dunia memungkinkan perusahaan mengimbangi tingginya biaya produksi saat ini yang berasal dari energi, transportasi pengiriman, serta kenaikan biaya bahan baku," ujar Colaninno.