Laba PIK Dua (PANI) Meroket 483%, Analis Ungkap Prospek dan Katalis hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) hingga akhir 2026 dinilai masih positif. Kinerja marketing sales yang tumbuh kuat serta pengembangan ekosistem PIK 2 menjadi katalis yang berpotensi menopang kinerja perusahaan.

Senior Research Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer menyebut, marketing sales PANI pada semester I 2026 mencapai Rp 1,93 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 66% secara tahunan dan telah mencapai 45% dari target marketing sales perusahaan sepanjang 2026 sebesar Rp 4,30 triliun.

Axell bilang, capaian tersebut masih membuka ruang bagi PANI untuk memenuhi bahkan melampaui target marketing sales tahun ini. Ia memperkirakan marketing sales PANI dapat mencapai Rp 4,40 triliun pada 2026.


Baca Juga: Ada Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26,1 Triliun Rabu (7/10), di Harga Rp 2.588

"Premium positioning dan unique ecosystem diperkirakan dapat menjaga marketing sales tetap kuat dan tumbuh lebih cepat dibandingkan kompetitor," tulis Axell dalam risetnya, Kamis (20/8/2026).

Dari sisi penjualan, segmen residential menjadi penopang utama dengan marketing sales sebesar Rp 1,13 triliun, melonjak 192% secara tahunan. Sementara itu, penjualan lahan komersial mencapai Rp 542 miliar atau tumbuh 20,2% secara tahunan.

Namun, penjualan produk komersial justru turun 19,9% menjadi Rp 261 miliar. Kondisi tersebut mencerminkan masih lemahnya daya beli dan kepercayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di tengah tekanan ekonomi.

Kinerja keuangan PANI juga tumbuh signifikan pada semester I 2026. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 2,92 triliun, naik 77,6% secara tahunan, sedangkan laba bersih melonjak 483,8% menjadi Rp 1,67 triliun.

Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun. Axell memproyeksikan laba bersih PANI pada 2026 mencapai Rp 2,22 triliun, tumbuh 93,4% secara tahunan.

Kendati demikian, Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa mengatakan, pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh pengakuan penjualan lahan komersial yang memiliki margin tinggi. Margin kotor PANI pada semester I 2026 mencapai 75,7%, meningkat dari 58,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami memperkirakan kinerja yang lebih kuat pada paruh kedua 2026, didukung oleh peningkatan aktivitas NICE, pembukaan bertahap Kataraja Toll Road, dan meningkatnya aktivitas bisnis," tulis Yasmin dalam risetnya, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Jumlah Investor Naik Pesat, Harga Saham Perusahaan Bahan Kimia Ini Melonjak 37%

Yasmin memperkirakan laba bersih PANI sebesar Rp 2,24 triliun, atau tumbuh 95,4%. Namun, pertumbuhan laba diperkirakan mulai melandai setelah 2026 seiring normalisasi kinerja.

Meski demikian, tekanan ekonomi masih menjadi salah satu risiko bagi PANI. Segmen pembeli kelas menengah mulai terdampak tekanan ekonomi, sementara kenaikan suku bunga dan lemahnya pertumbuhan upah riil dapat menekan permintaan hunian.

Di sisi lain, segmen hunian premium dinilai masih relatif tangguh. PANI juga memiliki potensi pertumbuhan recurring income seiring dengan operasional NICE dan rencana mulai beroperasinya Hilton Jakarta PIK 2 pada 2027.

Untuk rekomendasi, Axell mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PANI dengan target harga Rp 9.200 per saham. Sementara Yasmin juga memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp 19.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News