KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (
PTBA) mencatat kinerja yang tetap tangguh pada kuartal I-2026. Di tengah tekanan produksi dan penjualan, perusahaan berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan. Pendapatan usaha PTBA tercatat sebesar Rp 9,93 triliun, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, dari sisi operasional, sejumlah indikator mengalami penurunan. Volume produksi batubara turun 22% secara tahunan (yoy) menjadi 6,62 juta ton. Volume angkutan juga menyusut 7% yoy menjadi 8,74 juta ton, sementara volume penjualan terkoreksi tipis 1% yoy menjadi 10,17 juta ton.
Penjualan domestik justru menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 4% yoy menjadi 5,37 juta ton. Sebaliknya, penjualan ekspor turun 6% yoy menjadi 4,79 juta ton, dengan tujuan utama ke Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.
Baca Juga: BNI Bukukan Laba Rp 5,66 Triliun pada Kuartal I-2026 Dari sisi harga, dinamika pasar menunjukkan tren yang beragam. Indeks Newcastle naik 14% yoy, sementara ICI-3 turun 2% yoy. Kombinasi ini mendorong kenaikan harga jual rata-rata sebesar 1% yoy. Di tengah penurunan volume, PTBA mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp 8,39 triliun, turun 6% yoy. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas produksi dan angkutan, serta stripping ratio yang lebih rendah, yakni 5,31 kali dari sebelumnya 6,42 kali. Faktor eksternal juga mulai terasa, termasuk konflik di Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga bahan bakar sekitar 3% yoy. Meski dampaknya masih terbatas, kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya operasional, terutama untuk kegiatan penambangan dan transportasi.
Sementara itu, beban operasional naik 10% menjadi Rp 61,37 miliar, terutama akibat peningkatan beban umum dan administrasi. Di sisi lain, penghasilan keuangan turun 17% yoy menjadi Rp 41,27 miliar, seiring menurunnya pendapatan bunga. Namun, biaya keuangan berhasil ditekan 20% yoy menjadi Rp 54,04 miliar.
Baca Juga: Laba PGAS Melonjak 45,84% pada Kuartal I-2026, Manajemen Ungkap Faktor Pendorongnya Kontribusi positif datang dari laba entitas asosiasi dan ventura bersama yang melonjak 81% yoy menjadi Rp 168,04 miliar. Alhasil, PTBA mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 801,79 miliar, atau tumbuh 105% yoy. Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan bahwa kinerja ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah berbagai tantangan. "Perusahaan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid," ujarnya.
Senada, Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menyebut capaian ini mencerminkan fondasi operasional yang tetap kuat meski dihadapkan pada faktor cuaca dan dinamika geopolitik.
Baca Juga: Tinggalkan Rugi, Amman Mineral (AMMN) Raih Laba Bersih US$ 163 Juta di Kuartal I-2026 Ke depan, PTBA berkomitmen menjaga efisiensi, disiplin operasional, serta fleksibilitas dalam merespons perubahan pasar guna mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News