Laba SeaBank Naik 79%, Ini Strategi Bisnisnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Seabank Indonesia mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Bank digital ini membukukan laba Rp 678,4 miliar naik 79% secara tahunan dari Rp 378,8 miliar pada 2024. Kinerja ini memperpanjang tren profitabilitas dalam empat tahun terakhir, meski kompetisi bank digital kian ketat.

Namun, di balik pertumbuhan laba yang agresif, ekspansi bisnis SeaBank juga berjalan cepat. Total aset tumbuh 28,5% menjadi Rp 44,4 triliun hingga akhir 2025. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 34,8 triliun, sementara kredit yang disalurkan menyentuh Rp 32,1 triliun.

Direktur Utama SeaBank Sasmaya Tuhuleley menilai. capaian tersebut tak lepas dari strategi bisnis yang dijalankan perseroan. “Performa ini mencerminkan efektivitas strategi kami, namun tantangan ke depan tetap besar, terutama menjaga pertumbuhan yang sehat di tengah persaingan,” ujarnya, dalam siaran pers, Rabu (1/4).


Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non peforming loan (NPL) masih terjaga di level 1,82%. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di 23,3%, memberi ruang ekspansi lebih lanjut. Adapun rasio profitabilitas juga meningkat, dengan return on assets (ROA) 2,3% dan return on equity (ROE) 11,5%.

Meski indikator keuangan terlihat solid, pertumbuhan bisnis SeaBank sangat ditopang oleh lonjakan jumlah nasabah dan transaksi. Hingga Desember 2025, jumlah nasabah telah menembus 28 juta, dengan rata-rata transaksi harian lebih dari 12 juta transaksi dan perputaran dana mencapai Rp 5 triliun per hari.

Baca Juga: Bunga Simpanan Turun, Pertumbuhan DPK Seabank Melandai L

onjakan ini menunjukkan penetrasi layanan digital yang semakin luas. Namun, ke depan, tantangan utama tetap pada menjaga kualitas nasabah dan keberlanjutan transaksi, bukan sekadar mengejar volume.

Sasmaya menambahkan, SeaBank berencana memperluas layanan, termasuk meluncurkan kartu debit untuk memperkuat ekosistem transaksi. “Kami ingin meningkatkan relevansi layanan agar tetap menjadi pilihan utama dalam aktivitas finansial harian nasabah,” katanya.

Di luar bisnis inti, SeaBank juga mendorong literasi keuangan melalui platform UMKM Pintar yang digarap bersama Women's World Banking. Wakil Direktur Utama SeaBank Junedy Liu menyebut. platform ini menyasar peningkatan kapasitas pelaku UMKM, terutama perempuan.

Di sisi lain, hasil riset Ipsos pada 2025 menempatkan SeaBank sebagai salah satu bank digital dengan produk tabungan dan deposito yang dinilai aman dan menguntungkan. Meski demikian, hasil survei berbasis persepsi ini belum tentu mencerminkan ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Ke depan, pelaku industri menilai, keberlanjutan kinerja bank digital seperti SeaBank akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga biaya dana, kualitas kredit, serta monetisasi basis nasabah yang besar. Tanpa itu, pertumbuhan tinggi berisiko tidak sejalan dengan profitabilitas jangka panjang.

Baca Juga: SeaBank Tak Minat IPO dalam Waktu Dekat Meski Masuk KBMI 2, Fokus Dorong Kinerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News