SINGAPURA. Tak ada satu pun perusahaan yang bisa melepaskan diri dari jeratan krisis finansial global. Tak terkecuali perusahaan telpon terbesar di Asia Tenggara, Singapore Telecommunications Ltd (SingTel). Lihat saja, laba yang diperoleh perusahaan asal Singapura ini pada kuartal terakhir 2008 anjlok tajam dalam dua tahun terakhir seiring dengan penguatan dolar Singapura dan tingginya persaingan bisnis di beberapa negara. Pendapatan bersih SingTel melorot 16% menjadi SS$ 799 juta atau US$ 535 juta atau 5,01 sen Singapura per saham. Tahun 2007, pendapatan SingTel mencapai S$ 952 juta atau 5,96 sen per saham. Asal tahu saja, penguatan dolar Singapura terhadap mata uang negara lain benar-benar menggerus pendapatan SingTel. Pada tahun lalu, dolar Singapura menguat 23% terhadap rupe India dan 15% terhadap rupiah Indonesia.
Laba SingTel di Asia Kian Tergerus
SINGAPURA. Tak ada satu pun perusahaan yang bisa melepaskan diri dari jeratan krisis finansial global. Tak terkecuali perusahaan telpon terbesar di Asia Tenggara, Singapore Telecommunications Ltd (SingTel). Lihat saja, laba yang diperoleh perusahaan asal Singapura ini pada kuartal terakhir 2008 anjlok tajam dalam dua tahun terakhir seiring dengan penguatan dolar Singapura dan tingginya persaingan bisnis di beberapa negara. Pendapatan bersih SingTel melorot 16% menjadi SS$ 799 juta atau US$ 535 juta atau 5,01 sen Singapura per saham. Tahun 2007, pendapatan SingTel mencapai S$ 952 juta atau 5,96 sen per saham. Asal tahu saja, penguatan dolar Singapura terhadap mata uang negara lain benar-benar menggerus pendapatan SingTel. Pada tahun lalu, dolar Singapura menguat 23% terhadap rupe India dan 15% terhadap rupiah Indonesia.