KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sinopec melaporkan penurunan laba yang lebih tajam dari perkiraan untuk periode 2025. Penyebabnya, melemahnya permintaan bahan bakar serta pasar bahan kimia yang jenuh telah mengurangi margin keuntungan. Bloomberg melaporkan, mengutip keterbukaan informasi, perusahaan penyulingan minyak terbesar di China ini mencatatkan penurunan laba bersih tahunan sebesar 34% menjadi 32,5 miliar yuan, atau sekitar Rp 80,08 triliun. Perusahaan, yang secara resmi dikenal sebagai China Petroleum & Chemical Corp. ini mencatatkan laba sebesar 49 miliar yuan pada 2024. Kemerosotan ini mencerminkan tantangan operasional bagi perusahaan ini. Maklum saja, China saat ini terus mendorong energi terbarukan.
Laba Sinopec Anjlok 34%: Ini Penyebab Kerugian Raksasa Minyak China
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sinopec melaporkan penurunan laba yang lebih tajam dari perkiraan untuk periode 2025. Penyebabnya, melemahnya permintaan bahan bakar serta pasar bahan kimia yang jenuh telah mengurangi margin keuntungan. Bloomberg melaporkan, mengutip keterbukaan informasi, perusahaan penyulingan minyak terbesar di China ini mencatatkan penurunan laba bersih tahunan sebesar 34% menjadi 32,5 miliar yuan, atau sekitar Rp 80,08 triliun. Perusahaan, yang secara resmi dikenal sebagai China Petroleum & Chemical Corp. ini mencatatkan laba sebesar 49 miliar yuan pada 2024. Kemerosotan ini mencerminkan tantangan operasional bagi perusahaan ini. Maklum saja, China saat ini terus mendorong energi terbarukan.
TAG: