Laba Summit Oto Finance Melonjak 206,81% pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Summit Oto Finance (SOFN) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Summit Oto Finance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 300,46 miliar pada semester I-2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 206,81%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 97,93 miliar.

Jika ditelaah, meski beban meningkat, pencapaian pertumbuhan laba Summit Oto Finance terlihat didorong dari sisi jumlah pendapatan yang tumbuh signifikan. 


Baca Juga: OJK Perpanjang Pelaporan Realisasi Rencana Bisnis Semester I-2026 bagi Perasuransian

Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,47 triliun pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh signifikan 21,08%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,04 triliun. 

Kontributor utama pendapatan perusahaan pada Semester I-2026 disumbang pos pendapatan pihak ketiga sebesar Rp 2,40 triliun. Nilainya bertumbuh 20,6%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,99 triliun.

Jumlah beban Summit Oto Finance tercatat Rp 2,08 triliun pada semester I-2026. Nilainya meningkat sebesar 8,9%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,91 triliun.

Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas perusahaan kompak tumbuh. Secara rinci, Summit Oto Finance membukukan aset sebesar Rp 19,28 triliun pada Semester I-2026. Nilainya bertumbuh 16,28%, jika dibandingkan pencapaian akhir 2025 yang sebesar Rp 16,58 triliun.

Baca Juga: Selama Juli 2026, OJK Sanksi 39 Fintech P2P Lending dan 21 Multifinance

Jumlah ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 3,83 triliun pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh 14,67%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 3,34 triliun.

Senada, liabilitas Summit Oto Finance tercatat tumbuh 16,69%, dari Rp 13,24 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 15,45 triliun pada Semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing perusahaan tercatat sebesar 0,27% pada Semester I-2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News