JAKARTA. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) memasang target penjualan tahun ini lebih rendah dari realisasi penjualan tahun lalu. Tahun ini, perusahaan ini menargetkan penjualan US$ 360,1 juta atau turun sekitar 10,4% dibandingkan dengan penjualan tahun lalu yang mencapai US$ 401,9 juta. Produsen serat polyester ini memangkas target penjualan lantaran perseroan ini memperkirakan ada penurunan harga bahan baku yang merupakan turunan dari minyak bumi. Saat ini harga minyak mentah cenderung turun. "Sehingga pembeli pun menginginkan harga turun" kata Sugito Budiono, Direktur Tifico saat paparan publik, Rabu (6/6) kemarin. Melihat kondisi itu, perseroan ini menargetkan laba bersih tahun ini US$ 4,3 juta. Angka tersebut jauh di bawah pencapaian laba bersih (laba tahun berjalan) 2011 yang mencapai US$ 32,95 juta.
Laba Tifico tersapu banjir serat impor
JAKARTA. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) memasang target penjualan tahun ini lebih rendah dari realisasi penjualan tahun lalu. Tahun ini, perusahaan ini menargetkan penjualan US$ 360,1 juta atau turun sekitar 10,4% dibandingkan dengan penjualan tahun lalu yang mencapai US$ 401,9 juta. Produsen serat polyester ini memangkas target penjualan lantaran perseroan ini memperkirakan ada penurunan harga bahan baku yang merupakan turunan dari minyak bumi. Saat ini harga minyak mentah cenderung turun. "Sehingga pembeli pun menginginkan harga turun" kata Sugito Budiono, Direktur Tifico saat paparan publik, Rabu (6/6) kemarin. Melihat kondisi itu, perseroan ini menargetkan laba bersih tahun ini US$ 4,3 juta. Angka tersebut jauh di bawah pencapaian laba bersih (laba tahun berjalan) 2011 yang mencapai US$ 32,95 juta.