Laba Trans Power (TPMA) Turun 66,74%, Saat Pendapatan Semester I-2026 Naik 15,91%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) mencatat pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026. Namun, kenaikan biaya operasional membuat laba bersih emiten jasa transportasi angkutan barang curah ini tertekan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan keuangan pada Minggu (2/8/2026), TPMA membukukan pendapatan sebesar US$ 62,80 juta pada semester I-2026, naik 15,91% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar US$ 54,18 juta.

Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari segmen tunda dan tongkang sebesar US$ 50,60 juta, disusul floating crane sebesar US$ 11,31 juta, serta time charter sebesar US$ 887.151.


Baca Juga: Apindo Buka Suara Soal Mal Dipagari, Sebut Kemungkinan demi Keamanan

Di sisi lain, beban langsung meningkat lebih tinggi, yakni 36,08% menjadi US$ 50,58 juta dari US$ 37,17 juta pada semester I-2025.

Lonjakan beban tersebut menekan laba bruto TPMA menjadi US$ 12,22 juta, turun 28,12% dibandingkan US$ 17,00 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, beban umum dan administrasi juga naik 3,78% dari US$ 3,70 juta menjadi US$ 3,84 juta.

Pada akhirnya, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 66,74% menjadi US$ 3,17 juta, dibandingkan US$  9,53 juta pada semester I-2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News