Laba TSMC Meroket 58%, Mencapai Rekor di T$ 572,5 Miliar



KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melaporkan rekor laba yang jauh melampaui perkiraan pasar. Realisasi laba produsen utama cip untuk akal imitasi AI canggih dunia dan pemasok utama Nvidia ini mengumumkan laba di kuartal pertama melesat 58%.

TSMC melaporkan, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (16/4/2026), laba di periode Januari-Maret naik menjadi T$ 572,5 miliar, atau sekitar Rp 318,29 triliun. Dengan demikian, laba TSMC telah tumbuh dua digit selama delapan kuartal berturut-turut.

Angka tersebut jauh di atas perkiraan konsensus analis, yang memprediksi laba cuma mencapai T$ 543,3 miliar. TSMC diuntungkan tingginya permintaan cip canggih untuk kecerdasan buatan.


Baca Juga: SoftBank Bakal Rilis Obligasi, Target Dana US$ 1,5 Miliar dan 1,75 Miliar Euro

Permintaan untuk cip teknologi 3-nanometer untuk cip AI dan teknologi pengemasan canggih TSMC  terus melampaui kapasitas produksi perusahaan saat ini. Pendapatan dari cip 3-nm canggih kini menyumbang seperempat dari penjualan perusahaan ini, meningkat tajam dari hanya 6% pada kuartal III-2023.

Analis juga memandang TSMC berada di posisi yang baik dan mampu mengatasi efek krisis di Timur Tengah. Sekadar mengingatkan, perang di Timur Tengah mengancam akan mengganggu pasokan bahan produksi untuk semikonduktor, seperti helium dan neon.

Salah satu fokus utama pelaku pasar adalah apakah TSMC mempertahankan atau meningkatkan rencana belanja modalnya untuk tahun ini. Peningkatan belanja modal akan mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap permintaan AI jangka panjang.

Baca Juga: Ekonomi China Tumbuh 5% di Kuartal I-2026, Lampaui Ekspektasi Pasar

Pada pengumuman pendapatan terakhirnya di Januari, perusahaan mengatakan belanja modal tahun ini akan mencapai antara US$ 52 miliar dan US$ 56 miliar, naik hingga 37% dari $40,9 miliar pada tahun 2025.

TSMC menginvestasikan US$ 165 miliar untuk membangun pabrik cip di negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Perusahaan ini juga telah merevisi rencananya di Jepang dan sekarang akan memproduksi cip 3 nanometer di sana, alih-alih berfokus pada node yang lebih matang.