Laba Tunas Ridean tertekan persaingan sengit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan PT Tunas Ridean Tbk (TURI) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mengalami peningkatan sebesar 5% menjadi Rp 9,8 triliun. Pada periode sama di 2016 pendapatan perusahaan penjual otomotif ini tercatat hanya Rp 9,35 triliun.

Namun catatan apik tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan dari laba yang justru turun sebesar 22% menjadi Rp 332 miliar dari sebelumnya Rp 423 miliar di sembilan bulan 2016.

Rico Setiawan, Direktur Utama TURI mengatakan, laba grup bisnis otomotif turun 34% menjadi Rp 190 miliar. Hal ini disebabkan peningkatan persaingan yang berdampak pada margin penjualan mobil. Padahal pasar mobil nasional mengalami peningkatan sebesar 3% di level 804.000 unit. Perusahaan ini juga berhasil meningkatkan penjualan mobil sebesar 5% atau sebanyak 39.411 unit.


Penjualan sepeda motor khususnya di Sumatera juga mengalami peningkatan akibat kenaikan harga minyak kelapa sawit. Tunas Ridean mengalami kenaikan penjualan sebesar 9% menjadi 162.094 unit di daerah tersebut, sementara pasar sepeda motor nasional mengalami penurunan penjualan menjadi hanya 4,3 unit.

“Kontribusi laba dari bisnis laba dari bisnis rental naik 130% menjadi Rp 43 miliar, terutama disebabkan oleh proses operasional dan keuntungan dari rental kontrak baru yang lebih baik. Armada rental meningkat 7% menjadi 8.288 unit,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (27/10). Anak usaha yakni Mandiri Tunas Finance mengalami penurunan kontribusi sebesar 16% menjadi hanya Rp 99 miliar. Hal ini karena peningkatan piutang usaha karena jumlah pembiayaan baru meningkat sebesar 17% menjadi Rp 15,6 triliun. “Laba grup turun 22% disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari bisnis penjualan mobil dan Mandiri Tunas Finance,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini