Laba Turun Meski Pendapatan Naik, Ini Rekomendasi untuk Saham Indo Tambangraya (ITMG)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri batubara tak lagi membara seperti tahun lalu.

Kabar terbaru berasal dari kinerja tengah tahunan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang terbit awal pekan ini.

Pendapatan Indo Tambangraya masih naik 10% secara tahunan, namun laba bersih turun 31%.

Pola kinerja seperti itu terjadi pada semua emiten batubara besar yang telah merilis laporan keuangan masing-masing.

Pendapatan sebagian dari mereka masih ada naik, tapi laba bersih kompak melemah.

"Lemahnya kinerja tersebut akibat beberapa faktor, salah satunya harga batubara," ujar analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan, Selasa (13/8).

Ambil contoh, ITMG. Dari sisi produksi, perusahaan ini sejatinya mencatat kenaikan volume produksi 22,6% menjadi 11,4 juta ton batubara sepanjang semester pertama tahun ini.

Volume penjualannya juga naik 28,1% menjadi 12,3 juta ton.

Namun, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) batubaranya turun 15% secara tahunan menjadi US$ 68,8 per ton.

Menjaga produksi

Dalam kondisi tertentu, menjaga volume produksi sepertinya masih menjadi andalan dalam menjaga penurunan kinerja keuangan lebih dalam.

Langkah serupa juga diambil oleh PT Indika Energy Tbk (INDY).

Indika belum berencana merevisi target produksi batubaranya.

"Tetap 35,5 juta ton dan akan digenjot dengan sinergi antar anak usaha," ujar Leonardus Herwindo, Head of Corporate Communications INDY, Selasa (13/8).

Strategi menggenjot produksi setidaknya memang mampu menaikkan pendapatan. Inilah yang terjadi pada ITMG.

Namun, ini juga memberikan konsekuensi berupa naiknya beban operasional.



Editor: Herry Prasetyo
Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.