Laba United Tractor 2018 diprediksi Rp 8,6 triliun



KONTAN.CO.ID - BOGOR. Volatilitas harga batubara yang tinggi, membuat PT United Tractors Tbk (UNTR) memperbesar bisnis non-batubara. Emiten yang bergerak di bidang distributor alat berat ini, akan mengembangkan bisnis pertambangan emas karena dinilai lebih stabil.

Iwan Hadiantoro, Direktur Keuangan UNTR menyatakan, saat ini perusahaan memiliki konsesi tambang emas lewat PT Sumbawa Jutaraya (SJR) yang telah diakuisi pada 2015. Saat ini, masih dalam fase pengembangan dan eksplorasi lebih lanjut. SJR diprediksi akan mulai beroperasi pada awal tahun 2019. Tambang ini berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio menyatakan, masuknya perusahaan ke segmen bisnis emas berpotensi menambah pendapatan UNTR. Selain itu, penjualan alat berat UNTR juga melonjak sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan dibandingkan tahun lalu.


Bertoni memprediksi, pendapatan UNTR pada 2018 bisa mencapai Rp 68 triliun. Sedangkan laba bersih bisa mencapai Rp 8,6 triliun dengan estimasi price earning (PE) sebesar 16,7 kali.

"Target harga saham UNTR adalah Rp 38.400, akumulasi beli pada Rp 32.500," kata Rio, Kamis (9/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini