KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Woori Finance Indonesia Tbk (
BPFI) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Woori Finance Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 67,65 miliar pada semester I-2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 87,03%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 36,17 miliar. Meski beban perusahaan meningkat, pertumbuhan yang signifikan dari jumlah pendapatan menjadi penyebab utama laba perusahaan melonjak pada semester I-2026.
Baca Juga: Dana Nasabah di Bank Masih Tumbuh, Simpanan Jumbo di Atas Rp 5 Miliar Melonjak 15% Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 303,05 miliar pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 37,95%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 219,68 miliar. Kontributor utama pendapatan perusahaan pada semester I-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 160,61 miliar atau ikut bertumbuh signifikan 28,26%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 125,22 miliar. Jumlah beban Woori Finance Indonesia tercatat Rp 220,15 miliar pada semester I-2026. Nilainya meningkat signifikan sebesar 26,57%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 173,94 miliar. Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas perusahaan kompak tumbuh. Secara rinci, Woori Finance Indonesia membukukan aset sebesar Rp 3,19 triliun pada semester I-2026. Nilainya bertumbuh 16,42%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 2,74 triliun. Jumlah ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,23 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 5,13%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 1,17 miliar. Selanjutnya, liabilitas Woori Finance Indonesia tercatat tumbuh 24,05%, dari Rp 1,58 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 1,96 triliun pada semester I-2026.
Baca Juga: LPS Likuidasi 7 BPR-BPRS hingga Semester I-2026 Dalam keterbukaan informasi 27 Juli 2026, Woori Finance Indonesia menyertakan penjelasan mengenai tumbuhnya liabilitas perusahaan lebih dari 20% tersebut. Kenaikan total liabilitas terutama disebabkan utang bank yang mengalami kenaikan 24,71%, dari Rp 1,50 triliun pada akhir 2025, menjadi Rp 1,87 triliun pada semester I-2026.
Kenaikan utang bank itu disebabkan adanya penarikan aktivitas baru sebesar Rp 481,42 miliar lebih besar dari pelunasan utang bank sebesar Rp 110,00 miliar. "Peningkatan penarikan utang bank yang melebihi jumlah pelunasannya merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh pihak manajemen untuk mendukung peningkatan total realisasi pembiayaan. Sejalan dengan hal tersebut, total realisasi penyaluran pembiayaan sampai Juni 2026 sebesar Rp 1,54 triliun, meningkat sebesar Rp 804,70 miliar atau 109,29%, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 736,30 miliar," ungkap Direktur Woori Finance Indonesia Yunseong Lee dalam keterbukaan informasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News