KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) mencatatkan kinerja positif per kuartal III-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Woori Finance Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 97,81 miliar per kuartal III-2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 88,79% jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 51,81 miliar. Meski beban perusahaan meningkat, pertumbuhan yang signifikan dari jumlah pendapatan menjadi penyebab utama laba perusahaan melonjak per kuartal III-2026.
Baca Juga: AUM Reksadana Indeks Capai Rp 50 Miliar, Ini Cara Sinarmas AM Jaga Kinerja Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 473,74 miliar per kuartal III-2026. Nilainya tumbuh 42,39%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 332,7 miliar. Kontributor utama pendapatan perusahaan per kuartal III-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 253,92 miliar atau ikut bertumbuh signifikan 34,6%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 188,64 miliar. Jumlah beban Woori Finance Indonesia tercatat Rp 354,72 miliar per kuartal III-2026. Nilainya meningkat signifikan sebesar 32,86%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 266,98 miliar. Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas perusahaan kompak tumbuh. Secara rinci, Woori Finance Indonesa membukukan aset sebesar Rp 3,47 triliun per kuartal III-2026. Nilainya bertumbuh 26,64%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 2,74 triliun.
Baca Juga: Kredit UMKM Tumbuh 2,7% yoy September 2026 Jumlah ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,24 triliun per kuartal III-2026. Nilainya tumbuh 5,98%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 1,17 miliar. Selanjutnya, liabilitas Woori Finance Indonesia tercatat tumbuh 41,14%, dari Rp 1,58 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 2,23 triliun per kuartal III-2026. Dalam keterbukaan informasi, Woori Finance Indonesia menyertakan penjelasan mengenai tumbuhnya liabilitas perusahaan lebih dari 20% tersebut. Kenaikan total liabilitas terutama disebabkan utang bank yang mengalami kenaikan 42,30%, dari Rp 1,5 triliun menjadi sebesar Rp 2,14 triliun.
Kenaikan sebesar 42,30% itu disebabkan karena penarikan aktivitas baru sebesar Rp 755,90 miliar lebih besar dari pelunasan utang bank yang sebesar Rp 120,20 miliar. Adapun kenaikan utang bank per kuartal III-2026 merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung peningkatan realisasi penyaluran pembiayaan. "Strategi itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, seiring dengan pertumbuhan aktivitas bisnis perusahaan, yang tercermin dari realisasi penyaluran pembiayaan sampai September 2026 sebesar Rp 2,47 triliun, atau meningkat 97,41% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,25 triliun," ungkap Direktur Woori Finance Indonesia Yunseong Lee dalam penjelasannya di lampiran perubahan liabilitas keterbukaan informasi. Dengan demikian, peningkatan utang bank diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pertumbuhan pembiayaan perusahaan dengan tetap memperhatikan pengelolaan likuiditas dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News