JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang bahwa lebih dari separuh ruang fiskal yang dihemat pemerintah dari kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dialihkan untuk proyek infrastruktur. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Presiden Jokowi ingin agar dana hasil penghematan dari kenaikan BBM bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur. "Presiden minta porsi untuk infrastruktur lebih dominan. Saya lihat kemungkinan alokasinya bisa mencapai 60% dan sisanya untuk program lain," kata Basuki, Rabu (26/11) kemarin. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebelumnya menghitung, kebijakan menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp 2.000 per liter akan menghemat pengeluaran negara sampai dengan Rp 130 triliun.
Lagi, Kementerian PU Pera minta tambahan duit
JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang bahwa lebih dari separuh ruang fiskal yang dihemat pemerintah dari kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dialihkan untuk proyek infrastruktur. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Presiden Jokowi ingin agar dana hasil penghematan dari kenaikan BBM bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur. "Presiden minta porsi untuk infrastruktur lebih dominan. Saya lihat kemungkinan alokasinya bisa mencapai 60% dan sisanya untuk program lain," kata Basuki, Rabu (26/11) kemarin. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebelumnya menghitung, kebijakan menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp 2.000 per liter akan menghemat pengeluaran negara sampai dengan Rp 130 triliun.