Lagi Murah! Dirut BRI Sarankan Investor Borong Saham BBRI, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika global dan fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini, mencari strategi jitu investasi tetap relevan.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Hery Gunardi menjawab hal itu dengan membagikan tips investasi terutama di pasar saham.

Hery mengatakan, di tengah gejolak global saat ini, kualitas saham tidak bisa dilihat dari pergerakan harganya saja. Tetapi juga harus dicermati betul fundamental dan kinerja perusahaannya.


Baca Juga: Aksi Borong Invesco, Vanguard, dan Manulife Belum Mampu Mendongkrak Harga Saham BBRI

Ia mencontohkan emiten saham bank yang dia pimpin yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan kode saham BBRI.

Ia mengatakan, meski harga saham BBRI saat masih mengalami tekanan, tapi fundamental perusahaannya masih solid dengan rasio pembagian dividen yang meningkat.

Berdasarkan data BEI saat ini, harga BBRI berada di level Rp 3.000 per saham turun 2,30% dari harga penutupan sehari sebelumnya, pada pukul 11.30 WIB, Kamis (30/4/2026). Harga BBRI tersebut menyentuh titik terendah dalam lima tahun terakhir.

"Kalau ingin melakukan investasi jangka panjang, misalnya 5 sampai 20 tahun, belilah saham-saham blue chip yang fundamentalnya bagus, seperti BBRI," ucapnya dalam paparan kinerja BRI, Kamis (30/4/2026).

 
BBRI Chart by TradingView

Adapun BBRI belum lama ini mengumumkan total dividen tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2025 adalah sebesar Rp 52,1 triliun atau setara dengan 91,19% dari keseluruhan laba bersih.

Baca Juga: Dirut Samudera Indonesia (SMDR) Borong Saham di Harga Rp 366 Per Saham

Bank pelat merah ini konsisten mempertahankan rasio dividen yang tinggi untuk para pemegang sahamnya. Sejak tahun 2021, dividen payout ratio BBRI selalu di atas 80%.

"Jadi paling tidak BBRI bisa bisa memberikan antara 10%-11% return per tahun. Mau cari di mana investasi sebesar itu? Deposito aja mungkin hanya 7%," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News