Lahan tol Trans Jawa baru tersedia 51%



JAKARTA. Proyek jalan tol tetap saja terganjal masalah tanah, meski pemerintah sudah mengeluarkan aturan pembebasan lahan untuk kepentingan umum.

Lihat saja, hingga Maret 2013, pengadaan lahan untuk sembilan ruas tol Trans Jawa baru mencapai 51,40%. Alhasil, progres pembangunan jalan tol sepanjang 619,33 kilometer yang digarap sejak 2007 itu belum juga menunjukkan kemajuan nyata.

Begitu juga dengan proyek 26 ruas jalan tol non trans Jawa. Dari rencana proyek sepanjang 693 km yang direncanakan, realisasi pengadaan lahan baru mencapai 16,96%. Baru proyek Nusa Dua–Ngurah Rai–Tanjung Benoa yang hampir terealisasi, karena melintasi lautan.


Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Kementerian Pekerjaan Umum, Danis H. Sumadilaga mengakui, pembebasan tanah merupakan faktor utama yang menghambat proyek tol. "Keberatan masyarakat soal harga yang ditetapkan appraisal mempersulit proses pembebasan lahan. Bahkan pada beberapa kasus, tanah yang sudah bebas diklaim lagi oleh masyarakat," ujarnya, Kamis (11/4).

Sekadar catatan, sejak tahun 2007 hingga sekarang pemerintah menggelontorkan bujet Rp 4 triliun untuk pembebasan lahan tol trans Jawa.Kasubdit Pengadaan Lahan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Achmad Heri Marzuki menambahkan, jika pembebasan lahan untuk ruas tol trans Jawa dan non–trans Jawa bisa rampung  akhir 2014, maka konstruksi membutuhkan waktu dua, tiga tahun untuk beroperasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dadan M. Ramdan