Laju Pertumbuhan Investasi RI Melambat, Terdampak Memanasnya Konflik Geopolitik



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I-2026 diproyeksikan tetap meningkat, namun lajunya melambat di tengah tekanan global.

Pemerintah memperkirakan nilai investasi mencapai Rp 497 triliun, atau hanya tumbuh sekitar 7% secara tahunan (year-on-year/yoy), turun dibandingkan pertumbuhan 15,6% pada periode yang sama tahun lalu.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan menunggu finalisasi data pertengahan April. Namun, ia optimistis target kuartal pertama tetap tercapai. 


Baca Juga: Investasi Melambat di Awal Tahun, Investor Asing Masih Wait and See

"Target Rp 497 triliun insyaallah bisa tercapai," ujarnya dalam rapat dengan DPR.

Perlambatan ini terutama dipicu oleh kondisi global yang belum stabil. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai konflik geopolitik membuat dunia usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Dalam situasi perang bukan kondisi normal, semua masih evaluasi," katanya.

Tekanan eksternal tersebut membuat investor, khususnya asing, cenderung menahan ekspansi. Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, melihat fenomena ini sebagai sikap wait and see akibat tingginya tensi geopolitik global. 

"Agresivitas investor asing agak tertahan," ujarnya.

Baca Juga: Konflik Global Bayangi Investasi Kuartal I-2026, Airlangga: Ini Bukan Situasi Normal

Selain faktor global, perlambatan juga dipengaruhi faktor musiman. Periode awal tahun yang bertepatan dengan Ramadan membuat sebagian pelaku usaha menunda realisasi investasi hingga setelah Lebaran.

Meski begitu, fundamental investasi domestik dinilai masih cukup kuat.